Mengapa Nuzulul Qur'an Jatuh pada Tanggal 17 Ramadhan?

Mengapa Nuzulul Qur'an Jatuh pada Tanggal 17 Ramadhan?

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Jumat, 06 Mar 2026 14:29 WIB
Penjelasan mengapa Nuzulul Quran jatuh pada 17 Ramadhan.
Foto: Ilustrasi. (Freepik)
Makassar -

Nuzulul Qur'an merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi pada 17 Ramadhan.

Mengutip laman Muhammadiyah, disebutkan bahwa peristiwa turunnya Al-Qur'an terjadi pada bulan Ramadhan, tepatnya pada Lailatul Qadar. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:

إِنَّا أَنْزَلْتُهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar." (QS Al-Qadr [97]:1)

Sebagaimana diketahui bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada 10 malam terakhir Ramadhan. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan umat Islam, yakni mengapa Nuzulul Qur'an justru jatuh pada tanggal 17 Ramadhan?

ADVERTISEMENT

Untuk mengetahuinya, berikut detikSulsel menyajikan penjelasan selengkapnya.

Mengapa Nuzulul Qur'an Jatuh pada Tanggal 17 Ramadhan?

Melansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nuzulul Qur'an yang menandai peristiwa pertama kali turunnya Al-Qur'an di muka Bumi terjadi pada 17 Ramadhan. Pada saat itu, wahyu Allah SWT diturunkan melalui perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW yang sedang berkhalwat dan berdoa di Gua Hira, Jabal Nur.

Selain itu, peristiwa Nuzulul Qur'an yang jatuh pada tanggal 17 Ramadhan juga ditegaskan dalam firman Allah SWT sebagai berikut:

إِنْ كُنْتُم آمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ

Artinya: "Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami di Hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan." (QS Al-Anfal : 41)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa peristiwa Nuzulul Qur'an terjadi pada Hari Furqan, yaitu hari pertempuran dua pasukan besar antara kaum muslimin dan kafir Quraisy yang dikenal dengan Perang Badar. Peristiwa Perang Badar sendiri diketahui terjadi pada tanggal 17 Ramadhan.

Dengan demikian, Nuzulul Qur'an jatuh pada tanggal 17 Ramadhan merujuk pada waktu pertama kali Al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah SAW.

Kaitan Nuzulul Qur'an dengan Malam Lailatul Qadar

Sebagaimana disinggung sebelumnya, Al-Qur'an disebut diturunkan pada malam Lailatul Qadar sebagaimana merujuk pada surat Al-Baqarah ayat 185. Sementara itu, peringatan Nuzulul Qur'an sendiri diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan.

Terkait hal itu, sejumlah pakar tafsir menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Qur'an terjadi melalui dua tahap. Pada tahap pertama, Al-Qur'an diturunkan secara keseluruhan (jumlatan wahidah) dari Lauh Mahfudz ke langit dunia, yang disebut Baitul Izzah.

Tahap kedua, Al-Qur'an kemudian diturunkan secara bertahap dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Dalam proses ini, wahyu diturunkan ayat demi ayat pada waktu yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa yang dihadapi umat saat itu. Proses penurunan secara berangsur-angsur ini berlangsung sekitar 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Al-Qur'an yang disebut turun pada malam Lailatul Qadar merujuk pada penurunan Al-Qur'an secara utuh dari Lauh Mahfudz ke langit dunia (Baitul Izzah). Sementara, Nuzulul Qur'an menandai peristiwa turunnya wahyu berupa Al-Qur'an pertama kali kepada di muka Bumi, yakni dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW.

Hikmah Al-Qur'an Diturunkan Secara Berangsur

Penurunan wahyu Allah SWT berupa Al-Qur'an kepada Rasulullah SAW tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur. Wahyu pertama yang diturunkan adalah surat Al-Alaq ayat 1-5 yang diterima Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.

Diturunkannya Al-Qur'an secara berangsur tersebut tentu bukan tanpa alasan, ada banyak hikmah di baliknya. Lantas, apa saja hikmah diturunkannya Al-Qur'an secara berangsur kepada Nabi Muhammad SAW?

Dilansir dari Jurnal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berjudul 'Hikmah Penurunan Al-Qur'an secara Berangsur', berikut beberapa hikmahnya:

1. Menguatkan Hati Rasulullah SAW

Salah satu hikmah diturunkannya Al-Qur'an secara berangsur adalah untuk menguatkan hati Nabi Muhammad SAW dalam menerima serta menyampaikan firman Allah kepada umat manusia. Wahyu yang turun secara bertahap ini juga menjadi penghibur bagi Rasulullah SAW ketika menghadapi berbagai tantangan, kesedihan, dan perlawanan dari orang-orang kafir.

2. Menjadi Mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW

Turunnya Al-Qur'an secara berangsur juga menjadi mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW dalam menjawab berbagai tantangan dari orang-orang kafir. Ketika mereak mengajukan pertanyaan untuk menguji kenabian Rasulullah SAW, Allah SWT menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai jawaban dan penegasan kebenaran risalah Islam.

3. Memudahkan Nabi SAW Menghafal Al-Qur'an

Penurunan Al-Qur'an secara bertahap ini memudahkan Nabi SAW dalam menghafal setiap ayat yang diturunkan. Hal ini penting karena Al-Qur'an bukan sekadar susunan kata biasa, melainkan kalam Allah SWT yang memiliki makna mendalam sehingga membutuhkan penghafalan dan pemahaman yang kuat.

4. Memudahkan Umat Islam Menghafal dan Memahami Al-Qur'an

Selain itu, diturunkannya Al-Qur'an secara berangsur juga memudahkan para sahabat dan umat Islam pada masa itu untuk menghafal, mencatat, serta memahami isi Al-Qur'an. Hal ini menjadi penting karena pada masa Nabi SAW, kemampuan membaca dan menulis masih sangat terbatas sehingga banyak yang mengandalkan hafalan.

5. Memberi Kesempatan Umat Islam Meninggalkan Tradisi Jahiliyah

Hikmah penurunan Al-Qur'an secara bertahap selanjutnya adalah memberi kesempatan kepada umat Islam untuk meninggalkan kebiasaan dan tradisi jahiliyah secara perlahan.

6. Menjawab Berbagai Permasalahan Masyarakat

Ayat-ayat Al-Qur'an sering kali diturunkan untuk menjawab berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan demikian, wahyu yang turun secara bertahap dapat memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan umat pada saat itu.

7. Mengetahui Konsep Nasikh dan Mansukh

Penurunan Al-Qur'an secara berangsur juga berkaitan dengan adanya konsep nasikh dan mansukh dalam hukum Islam. Beberapa ayat yang turun kemudian dapat memperjelas, mengganti, atau menyempurnakan ketentuan hukum yang telah diturunkan sebelumnya.

8. Mendukung Proses Dakwah dan Pembentukan Umat

Turunnya Al-Qur'an secara bertahap memberikan pengaruh besar dalam proses dakwah Islam serta pembentukan masyarakat muslim kala itu. Pada periode Mekkah, ayat-ayat yang turun lebih banyak berkaitan dengan tauhid dan keimanan, sedangkan pada periode Madinah diturunkan ayat-ayat yang mengatur berbagai hukum kehidupan seperti keluarga, muamalah, hingga pemerintahan.

Keutamaan Nuzulul Qur'an

Menukil laman MTs Ma'arif NU 1 Kedungbanteng, Nuzulul Qur'an memiliki sejumlah keutamaan yang menjadikannya sebagai malam yang istimewa bagi umat Islam. Adapun keutamaan Nuzulul Qur'an adalah sebagai berikut:

1. Lebih Baik dari Malam 1000 Bulan

Malam Nuzulul Qur'an disebut memiliki kemuliaan yang lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, mengerjakan amalan di malam Nuzulul Qur'an nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu malam.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Qadr ayat 3 yang berbunyi:

لا لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: "Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan."

2. Malam Penuh Keberkahan

Malam diturunkannya Al-Qur'an ke Bumijuga dikenal sebagai malam yang penuh dengan keberkahan. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT:

إِنَّا أَنْزَلْتُهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبْرَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan." (QS Ad-Dukhan:3)

3. Malaikat Turun ke Bumi

Keutamaan malam Nuzulul Qur'an selanjutnya yaitu turunnya pada malaikat ke Bumi, termasuk Malaikat Jibril. Para malaikat turun dengan izin Allah SWT untuk menjalankan berbagai urusan sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Qadr ayat 4:

تَنَزَّلُ الْمَلَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan,"

4. Dosa-dosa Diampuni

Setiap muslim yang menghidupkan malam Nuzulul Qur'an berpeluang mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Adapun menghidupkan malam ini dapat dilakukan dengan berbagai ibadah seperti, sholat malam, membaca Al-Qur'an, memperbanyak berdoa, dan lainnya.

Hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari berikut:

"Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR Bukhari)

5. Waktu Takdir Tahunan Dicatat

Keistimewaan malam Nuzulul Qur'an lainnya adalah menjadi waktu dicatatnya berbagai ketentuan atau takdir manusia untuk satu tahun ke depan. Takdir tersebut meliputi berbagai hal seperti rezeki, kehidupan, hingga kematian.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan ibadah pada malam Nuzulul Qur'an agar mendapatkan takdir yang penuh keberkahan dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surat Ad Dukhan ayat 4:

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Artinya: "Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah."

Itulah penjelasan mengapa Nuzulul Qur'an jatuh pada tanggal 17 Ramadhan, lengkap dengan keutamaannya. Semoga bermanfaat ya, detikers!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads