Renungan Harian Katolik Selasa 24 Februari 2026: Doa yang Tulus

Renungan Harian Katolik Selasa 24 Februari 2026: Doa yang Tulus

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Selasa, 24 Feb 2026 07:32 WIB
Renungan Harian Katolik
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Pixabay)
Makassar -

Renungan harian Katolik adalah refleksi singkat atas bacaan Kitab Suci yang dibacakan dalam liturgi setiap hari. Renungan ini membantu umat untuk memahami Sabda Tuhan secara lebih mendalam, mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari, serta menemukan pesan rohani yang bisa diterapkan dalam tindakan nyata.

Pada Selasa, 24 Februari 2026, kita diajak merenungkan tentang doa yang tulus. Dalam kehidupan beriman, doa sering kali menjadi rutinitas yang dilakukan setiap hari. Namun, Tuhan tidak melihat panjangnya kata-kata atau indahnya susunan kalimat yang kita ucapkan. Ia memandang hati yang jujur, sederhana, dan penuh kepercayaan.

Renungan hari ini dikutip dari buku Renungan Tiga Titik yang ditulis oleh Cicilia Feri. Nah, secara lengkap artikel ini menyajikan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Bacaan dan renungan Katolik Selasa, 24 Februari 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan;
  3. Teks doa penutup;

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 24 Februari 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Yes 55:10-11

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,

demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Mazmur Tanggapan: Mzm 34:4-5,6-7,16-17,18-19

Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.

Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

Bacaan Injil: Mat 6:7-15

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Renungan Hari Ini: Doa yang Tulus

Lagi pula, ketika kamu berdoa, janganlah bertele-tele seperti kebiasaan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

Mereka menyangka bahwa dengan banyaknya kata-kata, doanya akan dikabulkan. (Mat. 6:7)

Doa adalah perjumpaan hati antara manusia dan Allah, sebuah dialog sederhana namun mendalam, di mana jiwa berbicara kepada Sang Pencipta. Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan bahwa doa tidak diukur dari banyaknya kata, melainkan dari ketulusan hati. Allah bukan Pribadi yang perlu diyakinkan dengan pengulangan kata-kata, sebab Ia sudah mengetahui apa yang kita perlukan bahkan sebelum kita memintanya.

Yesus kemudian mengajarkan Doa Bapa Kami, sebuah doa yang ringkas namun utuh. Di dalamnya terkandung pujian,kepercayaan, permohonan, dan penyerahan diri. Doa ini mengarahkan hati kita untuk mengakui Allah sebagai Bapa, menyerahkan hidup pada penyelenggaraan-Nya, serta memohon kekuatan agar mampu hidup sesuai kehendak-Nya. Salah satu inti terdalam dari doa ini adalah pengampunan, sebuah sikap hati yang membuka jalan bagi rahmat Allah bekerja dalam hidup kita.

Yesus menegaskan bahwa pengampunan Allah berkaitan erat dengan kesediaan kita untuk mengampuni sesama. Bukan sebagai syarat yang bersifat hukuman, melainkan proses pemurnian hati agar kita sungguh terbuka menerima kasih Allah.

Dalam keseharian, kita sering datang kepada Tuhan membawa daftar permohonan. Namun, lupa menghadirkan hati yang sungguh hadir dan mempercayakan hidup kepada Allah; bukan dengan kecemasan, melainkan dengan keyakinan bahwa Bapa selalu menyertai. Doa yang sejati membentuk hati yang tenang, rendah, dan siap dibimbing oleh kehendak-Nya.

Saya pernah mengalami secara pribadi kuasa doa yang sederhana namun tulus. Suatu malam, seorang teman yang tinggal sendirian menghubungi saya karena cemas akibat hujan lebat dan takut rumahnya kebanjiran. Saya hanya mengucapkan doa singkat kepada Tuhan, menyerahkan kegelisahan teman saya ke dalam belas kasih-Nya. Tak lama kemudian, hujan berhenti. Peristiwa sederhana itu membuat saya terharu, bukan karena kehebatan doa saya, tetapi karena kesetiaan Allah yang mendengarkan seruan hati.

Pengalaman ini meneguhkan bahwa doa yang lahir dari ketulusan dan penyerahan, sering kali lebih bermakna daripada doa panjang yang hanya menjadi rutinitas.

Bagaimana selama ini kita berdoa? Sebagai kebiasaan, atau sebagai perjumpaan hati dengan Allah?

Doa Penutup

Allah Bapa di surga, terima kasih atas doa yang Engkau ajarkan kepada kami. Ajarlah kami berdoa dengan hati yang jujur, sederhana, dan penuh penyerahan. Mampukan kami mengampuni seperti Engkau telah lebih dahulu mengampuni kami, agar hidup kami semakin selaras dengan kehendak-Mu, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Selasa, 24 Februari 2026. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads