11 Keutamaan Bulan Ramadhan yang Perlu Dipahami Umat Islam, Lengkap Dalilnya

11 Keutamaan Bulan Ramadhan yang Perlu Dipahami Umat Islam, Lengkap Dalilnya

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Senin, 23 Feb 2026 21:30 WIB
Keutamaan bulan Ramadhan
Ilustrasi Ramadhan (Foto: Pexels)
Makassar -

Bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi muslim di seluruh dunia. Pasalnya, Ramadhan memiliki berbagai keutamaan yang menjadikannya momentum terbaik untuk memperbaiki diri serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dilansir dari buku Kalender ibadah Sepanjang Tahun karya Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh berkah, bulan diturunkannya Al-Qur'an, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, serta bulan yang sarat dengan ampunan.

Dalam hadis riwayat Thabrani, Rasulullah SAW bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah. Pada bulan itu, Allah SWT. memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), dan Dia kabulkan doa pada bulan itu. Allah SWT akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga terhadap kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah SWT. Sesungguhnya, orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat rahmat Allah SWT." (HR. Thabrani).

Selain itu, masih banyak keutamaan bulan Ramadhan lainnya yang perlu diketahui setiap muslim. Dengan memahami keutamaannya, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan setiap kesempatan di bulan suci ini untuk memperbanyak amal dan meraih pahala.

ADVERTISEMENT

Nah, berikut ini sejumlah keutamaan bulan Ramadhan yang dirangkum detikSulsel dari berbagai sumber. Yuk, cek selengkapnya!

1. Bulan untuk Mencapai Ketakwaan

Salah satu tujuan utama diwajibkannya puasa Ramadhan adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Hal ini ditegaskan langsung dalam Al-Qur'an.

Allah SWT berfirman:

يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (3) ۱۸۳

Artinya: "Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. al-Baqarah [2]: 183).

2. Bulan Turunnya Al-Qur'an

Al-Qur'an merupakan kitab suci umat Islam yang dijadikan sebagai acuan dan pedoman hidup. Ayat-ayat di dalam Al-Quran tersebut pertama kali diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (3) ١٨٥

Artinya: "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan, hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. al-Baqarah [2]: 185).

3. Bulan Pengampunan Dosa

Ramadhan menjadi kesempatan besar untuk meraih ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Seperti Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: "Barang siapa melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Bulan Dilipatgandakannya Amal Saleh

Keutamaanblan Ramadhan selanjutnya yaki setiap kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadhan bernilai lebih besar dibanding bulan lainnya.

Dalam khutbah Rasulullah SAW pada akhir bulan Sya'ban, beliau bersabda:

"Hai Manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menanti. Bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Bulan ketika Allah SWT mewajibkan berpuasa. Qiyamul lail disunnahkan. Barang siapa pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, maka nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan, barang siapa melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan shadaqah adalah shadaqah pada bulan Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim). [1]

5. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup

Pandangannya ini didasari oleh beberapa hadits Nabi Muhammad saw, salah satunya yang mengatakan:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنَ

Artinya: "Ketika Ramadhan tiba, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan setan pun dibelenggu" (HR Imam Muslim).

6. Terdapat Malam Lailatul Qadar

Keutamaan berikutnya yang ada pada bulan Ramadhan yakni terdapat malam Lailatul Qadar. Malam itu disebut juga malam penuh kemuliaan yang bahkan lebih baik daripada seribu bulan.

Sebagaimana firman Allah SWT:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al Qadr: 1-3).

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh dengan keberkahan. Allah SWT berfirman dalam surah Ad-Dukhan:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan." (QS. Ad Dukhan: 3).

7. Menekan dan Mengendalikan Syahwat

Puasa berfungsi sebagai sarana menjaga diri, terutama bagi yang belum mampu menikah. Faedah puasa berikut ini didasari oleh hadits Rasulullah saw yang mengatakan:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ, فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ, وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ, وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ, فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Artinya: "Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya menikah lebih bisa menundukan pandangan dan lebih mudah menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, maka berpuasalah, sesungguhnya puasa itu adalah penekan syahwatnya." (HR Imam Ahmad dan Imam Bukhari).

8. Mendorong untuk Memperbanyak Sedekah

Rasa lapar saat berpuasa menumbuhkan empati kepada sesama sehingga dapat mendorong memperbanyak sedekah khususnya kepada orang yang kekurangan. Pandangan tersebut dijelaskan oleh Imam Izzuddin al-Sulami.

Ia mengatakan:

لأنّ الصّائم إذا جاع تذكّر مَا عنده من الجوع فحثّه ذلك علي إطعام الجائع

Artinya: "Sesungguhnya orang berpuasa ketika dia merasakan lapar, dia mengingat rasa lapar itu. Hal itulah yang memberikan dorongan kepadanya untuk memberi makan pada orang yang lapar.

9. Memperbanyak Ketaatan

Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami memandang bahwa orang yang berpuasa mengingatkan mereka pada lapar dan hausnya ahli neraka. Ia mengatakan:

لأنّه تذكّر جوع أهل النار والظمأهم فحثّه ذلك علي تكثير الطاعات لينجو بها من النّار

Artinya: "Karena puasa mengingatkan kelaparan dan hausnya ahli neraka. Hal itulah yang mendorong orang berpuasa memperbanyak ketaatan kepada Allah agar terselamatkan dari api neraka".

10. Bersyukur Mengetahui Kenikmatan Tersembunyi

Manusia kerap lalai terhadap berbagai nikmat Allah SWT yang hadir setiap hari, seperti udara yang dihirup, napas yang teratur, serta kemampuan untuk bergerak dan beraktivitas. Menurut Imam Izzuddin al-Sulami, puasa dapat menyadarkan kembali manusia akan nikmat-nikmat tersebut sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas karunia-Nya.

Ia berkata:

إذا صام عرف نعمة الله عليه في الشِّبَع والرِّيّ فشكرها لذلك, فإنّ النِّعَم لا يُعرف مقدارُها إلّا بفقدها

"Ketika berpuasa, manusa menjadi tahu nikmat Allah kepadanya berupa kenyang dan terpenuhinya rasa haus. Karena itu mereka bersyukur. Sebab, kenikmatan tidak diketahui kadar/nilainya tanpa melalui hilangnya rasa nikmat itu (terlebih dahulu)".

11. Mencegah Keinginan Bermaksiat

Imam Izzuddin menyatakan orang yang kenyang memiliki kecenderungan lebih untuk bermaksiat tapi di saat lapar dan haus, fokusnya lebih pada mencari makanan dan minuman sehingga mengurangi keinginannya berbuat jahat. Tapi sekali lagi perlu diingat, lapar dan haus di sini adalah puasa, bukan kelaparan yang disebabkan oleh keadaan tertentu.

Puasa merupakan ibadah yang memiliki cakupan waktu yang cukup panjang, dari mulai fajar hingga terbenamnya matahari. Dengan demikian, puasa bisa menjadi pencegah efektif untuk manusia dari melakukan perbuatan jahat. [2]

Itulah keutamaan bulan Ramadhan yang perlu diketahui umat Islam. Semoga menambah wawasan ya, detikers!

Referensi:

1. Buku Kelander Ibadah Sepanjang Tahun karya Ust. Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid
2. Laman NU Online Lampung "Inilah 7 Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan"




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads