Renungan harian Katolik menjadi momen istimewa bagi umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan menimba terang Sabda Tuhan. Melalui bacaan Kitab Suci yang direnungkan setiap hari, kita diajak untuk melihat kembali langkah hidup, memperbaiki sikap hati, dan semakin setia dalam panggilan sebagai murid Kristus.
Dalam renungan harian Katolik Sabtu, 21 Februari 2026, kita diajak menyadari bahwa menjadi pengikut Kristus bukan hanya soal kata-kata, melainkan tindakan nyata dalam rutinitas harian. Mengikuti Yesus berarti berani meninggalkan kebiasaan lama yang tidak berkenan kepada-Nya, serta setia menjalani panggilan kasih di tengah keluarga, pekerjaan, dan lingkungan sekitar.
Renungan hari ini mengangkat tema "Mengikuti Yesus dalam Keseharian" dikutip dari buku Renungan Tiga Titik yang ditulis oleh Marcellus Nur Basah. Secara lengkap artikel ini membahas mengenai:
- Bacaan dan renungan Katolik Sabtu, 21 Februari 2026 berdasarkan kalender liturgi;
- Teks mazmur tanggapan;
- Teks doa penutup;
Yuk, simak selengkapnya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Harian Katolik Hari Ini 21 Februari 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Yes 58:9b-14
Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,
apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.
Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.
Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".
Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus Tuhan "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhan lah yang mengatakannya. (TB Yes 58:9-14)
Mazmur Tanggapan: Mzm 86:1-2.3-4.5-6
Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, jawablah aku,
sebab sengsara dan miskin aku.
Peliharalah nyawaku, sebab aku orang saleh;
selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.
Kasihanilah aku, ya Tuhan,
sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.
Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita,
sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni
dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.
Pasanglah telinga-Mu, ya Tuhan, kepada doaku,
perhatikanlah suara permohonanku.
Bacaan Injil: Luk 5:27-32
Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai bernama Lewi duduk di tempat pemungutan cukai.
Lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
Kemudian Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya, dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat mereka bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang-orang berdosa?"
Lalu jawab Yesus kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."
Renungan Hari Ini: Mengikuti Yesus dalam Keseharian
Lewi pun bangkit dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. (Luk. 5:28)
Secara manusiawi, Lewi, yang juga dikenal sebagai Matius, tidak serta-merta memutuskan untuk mengikuti Yesus tanpa pergulatan batin sebelumnya. Sebagai seorang Lewi, ia seharusnya bekerja di Bait Allah. Namun, ia memilih menjadi pemungut cukai bagi pemerintah. Profesi ini identik dengan ketidakjujuran dan penindasan, karena kerap mengambil keuntungan pribadi dari rakyat. Maka wajar bila Lewi menyadari bahwa hidupnya dipenuhi dosa dan jauh dari Allah.
Sebagai seorang pegawai publik, Lewi pasti telah mendengar tentang Yesus yang mulai 'viral' pada saat itu. Ketika Yesus datang dan memanggilnya, ajakan itu bagaikan membuka pintu kebebasan dalam hatinya.
Gejolak batin yang lama menekan kini menemukan jalan keluar. Ia merasakan damai yang telah lama hilang, yang hanya mungkin diperolehnya ketika ia meninggalkan pola hidup berdosa. Karena rasa syukur atas pembebasan batin itulah, ia rela meninggalkan status dan pekerjaannya demi mengikuti Yesus.
Pengalaman serupa, pernah saya alami ketika terlibat dalam sebuah produksi film rohani. Film tersebut akhirnya meraih juara dalam festival film rohani di Polandia. Saya mendapati nama saya dalam daftar jadwal pengambilan gambar sebagai pemeran kecil, diganti nama orang lain. Malam itu saya menangis sedih dan membawanya dalam doa. Namun, di tengah keheningan, saya mendengar suara batin berkata, "Kamu tetap main." Dengan penuh iman, saya memilih untuk tetap menghafalkan naskah, meskipun hanya untuk peran kecil.
Kebetulan, saya juga bertugas sebagai kru pembantu penata suara. Pada hari pengambilan gambar, secara tak terduga saya dipanggil oleh sutradara, seorang pastor SJ, dan diminta untuk tetap memerankan peran tersebut. Saat itu, saya merasakan seolah Tuhan sendiri yang berbicara dan mengajak saya ambil bagian dalam karya pewartaan-Nya melalui media film. Tugas itu pun saya jalani dengan penuh syukur dan sukacita.
Dalam masa Prapaskah ini, Gereja mengajak kita untuk membuka hati dan mendengarkan suara Yesus "Ikutlah Aku."
Ajakan ini hadir dalam pengalaman sehari-hari dan menuntun kita untuk melangkah di jalan pertobatan untuk semakin dekat kepada-Nya.
Doa Penutup
Tuhan Yesus Kristus, berilah kami hati yang peka untuk mendengar panggilan-Mu.
Teguhkanlah langkah dalam keseharian kami agar berani meninggalkan kebiasaan yang menjauhkan kami dari-Mu. Jadikanlah kami pengikut-Mu yang setia, yang siap melayani-Mu dalam hidup kami. Amin.
Itulah renungan harian Katolik Sabtu, 21 Februari 2026. Tuhan memberkati keseharian kita!
