Renungan Harian Katolik Kamis 19 Februari 2026: Salib dan Rahmat Hari Ini

Renungan Harian Katolik Kamis 19 Februari 2026: Salib dan Rahmat Hari Ini

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 19 Feb 2026 05:45 WIB
Renungan Harian Katolik
Ilustrasi (Foto: pngfree)
Makassar -

Renungan harian Katolik menjadi salah satu sarana umat untuk semakin mendalami Sabda Tuhan dan menemukan makna rohani dalam setiap peristiwa kehidupan. Melalui bacaan Kitab Suci dan refleksi harian, umat diajak untuk melihat karya Allah yang nyata, bahkan di tengah tantangan dan pergumulan.

Pada Kamis, 19 Februari 2026, Gereja kembali mengajak kita merenungkan tentang salib dan rahmat Tuhan yang bekerja dalam hidup sehari-hari. Salib sering kali identik dengan penderitaan dan kesulitan, namun di dalam iman Kristiani, salib justru menjadi jalan menuju keselamatan dan sumber rahmat yang menguatkan.

Renungan hari ini mengangkat tema "Salib Hari Ini, Rahmat Hari Ini" dikutip dari buku Renungan Tiga Titik yang ditulis oleh Batsy Lilikwagawidjaja. Secara lengkap artikel ini membahas mengenai:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Bacaan dan renungan Katolik Kamis, 19 Februari 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan;
  3. Teks doa penutup;

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 19 Februari 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Ul 30:15-20

Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,

karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.

Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,

maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."

Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-2,3,4,6

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bacaan Injil: Luk 9:22-25

Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."

Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

Renungan Hari Ini: Salib Hari Ini, Rahmat Hari Ini

"Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." (Luk. 9:23)

Saat itu, anak saya sedang menghadapi kesulitan dalam simulasi tesisnya. Dengan suara pelan, ia berkata bahwa semuanya terasa seperti berjalan di tempat. Wajahnya menunjukkan keputusasaan yang sulit ia sembunyikan.

Setibanya di rumah, ia langsung membuka laptop dan bermain game, untuk melupakan keputusasaannya. Saya memahaminya, namun dengan suara lembut, saya mencoba menasehatinya agar mencoba kembali simulasinya dan membuat tanda salib sebelum mengerjakannya.

Walau nampak kesal, ia mengikuti saran saya dan mulai mengerjakan tugasnya. Malam itu ia memang lelah. Namun, ada ketenangan baru di hatinya, karena ia tidak lari dari tanggung jawab.

Ia tidak sadar bahwa di saat itulah ia sedang bertumbuh sebagai pribadi yang belajar setia dalam proses. Dalam Injil Lukas 9:22-25, Yesus mengingatkan bahwa mengikuti Dia berarti siap memikul salib setiap hari.

Salib bukan hanya penderitaan besar, tetapi juga hal-hal kecil yang menuntut kesabaran: mengalah, setia, jujur, dan tetap berbuat baik saat tidak dimengerti. Yesus sendiri menempuh jalan salib lebih dahulu.

Ia tidak menjanjikan jalan yang mudah, tetapi menjanjikan hidup yang sejati. Yesus juga berkata, siapa yang ingin menyelamatkan hidupnya akan kehilangannya, tetapi siapa yang rela kehilangan hidupnya demi Dia, akan menyelamatkannya.

Artinya, saat kita hanya mengejar kenyamanan dan kepentingan diri, kita justru kehilangan makna hidup. Sebaliknya, ketika kita berani memberi, mengampuni, dan berkorban, kita menemukan sukacita yang lebih dalam.

Renungan ini mengajak kita untuk tidak takut pada salib hari ini. Setiap kesulitan yang kita terima dengan kasih, Tuhan akan mengubahnya menjadi rahmat.

Setiap air mata yang kita persembahkan, Tuhan pakai untuk menumbuhkan iman. Salib bukan akhir cerita, tetapi jalan menuju kebangkitan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarlah kami memikul salib kami hari ini dengan hati yang setia. Saat kami lelah, kuatkanlah. Saat kami ingin menyerah, ingatkanlah bahwa Engkau berjalan bersama kami. Ubahlah setiap kesulitan menjadi rahmat, dan setiap pengorbanan menjadi kasih. Semoga kami selalu memilih mengikuti-Mu, bukan kenyamanan diri. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Kamis, 19 Februari 2026. Tuhan memberkati keseharian kita!



(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads