Mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Saifuddin berduka atas meninggalnya pilot pesawat Smart Air Captain Egon Erawan usai ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Boven Digoel, Papua Selatan. Lukman mengenang Egon sebagai sosok pekerja keras dalam membantu mobilitas warga.
"Puluhan tahun ia menerbangkan burung besi perkasa, mengantarkan penumpang dan barang antarkecamatan dan antarkabupaten di pedalaman Papua. Ia begitu profesinya sebagai pilot di Bumi Cendrawasih yang mempesona," kata Lukman dikutip dari akun instagramnya, Selasa (17/2/2026).
Siapa sangka, karier Egon sebagai pilot berakhir di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel pada Rabu (11/2). Egon meninggal ditembak KKB bersama Kopilot Baskoro Adi Anggoro saat pesawat bernomor registrasi PK-SNR yang dipilotinya baru saja mendarat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di pagi di hari Rabu, ia gugur saat menjalankan tugas yang dihayatinya itu, kesetiaan membantu mobilitas warga dengan segala urusannya tanpa kenal jemu," tuturnya.
Foto: Mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Saifuddin mengenang sosok pilot pesawat Smart Air, Egon Erawan. (dok. IG Lukman Saifuddin) |
Jenazah Egon Erawan kemudian disemayamkan ke rumah duka di Jalan Flamboyan Lestari, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (12/2). Lukman hadir dalam suasana duka yang menyelimuti kediaman almarhum.
Lukman datang melafalkan doa kepada Egon Erawan yang merupakan teman sesama SMP. Lukman memanjatkan doa di samping peti jenazah yang dibalut karangan bunga berwarna putih.
"Captain Egon Erawan, temanku sejak SMP dulu, wafat secara syahid tertembus peluru, kala ia melaksanakan tugasnya yang tak pernah membuatnya risau dan ragu," ucap Lukman.
Lukman turut mengantarkan Egon Erawan di tempat peristirahatan terakhirnya. Jenazah Egon Erawan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (12/2) malam.
Foto: Jenazah pilot pesawat Smart Air Egon Erawan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (dok. IG Lukman Saifuddin) |
Suasana haru menyelimuti proses pemakaman. Tangis keluarga pecah saat peti jenazah diturunkan ke liang lahad. Lukman masih setia mengantarkan jenazah Egon saat dimakamkan.
"Selamat berpulang sepenuh rela dan bahagia menuju alam keabadian, kawan. Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkanmu dengan limpahan kasih sayang dan keberkahan," harap Lukman.
Detik-detik Penembakan Pesawat Smart Air
Diketahui, Egon Erawan bersama rekannya, Baskoro berhasil mendaratkan pesawat di Bandara Boven Digoel saat KKB tiba-tiba melakukan penyerangan. Beruntung, 13 penumpang pesawat berhasil selamat dalam serangan brutal tersebut.
Aparat kepolisian gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan pesawat Smart Air pada Kamis (13/12). Dari hasil pemeriksaan, pesawat ditembak KKB pimpinan Elkius Kobak saat hendak melanjutkan perjalanan ke Yahukimo.
"Saat pilot melakukan start engine, sekitar kurang lebih 20 orang pelaku muncul dari arah penginapan bandara dengan membawa senjata api dan melepaskan tembakan dari jarak sekitar 200 meter ke arah pesawat," kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, Jumat (13/2).
Para penumpang yang baru turun dari pesawat pun berlari menyelamatkan diri. Sementara pilot dan kopilot turut berlari menuju rumah warga di sekitar bandara, namun keduanya dikejar oleh para pelaku.
"Tidak lama kemudian, korban ditangkap dan dibawa kembali ke area landasan, lalu dilakukan penembakan terhadap oleh para pelaku," terang Faizal.
Hasil olah TKP juga mengungkap kondisi kerusakan pesawat akibat tembakan pelaku. Aparat gabungan menemukan 2 selongsong peluru dan 1 butir amunisi di landasan Bandara Koroway Batu.
"Dari hasil pemeriksaan fisik pesawat, ditemukan sebanyak 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat. Para saksi juga mengaku tidak mengenali para pelaku dan menduga bahwa pelaku bukan merupakan warga setempat," jelasnya.
2 Anggota KKB Diduga Penembak Smart Air Ditangkap
Belakangan, Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap 4 anggota KKB yang kerap menebar teror di Papua. Dua pelaku di antaranya diduga terlibat dalam penembakan maut pesawat Smart Air di Boven Digoel.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo awalnya mengungkap ada sekitar 20 anggota KKB yang diduga melakukan penembakan terhadap pesawat Smart Air. Pihaknya masih memeriksa 2 anggota KKB berinisial GW dan EH yang telah ditangkap.
"Dari sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap awak pesawat perintis Smart Air pada 11 Februari, dua orang telah berhasil diidentifikasi dan saat ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut," kata Yusuf dalam keterangannya, Senin (16/2).
Pihaknya juga telah mendalami keterangan para penumpang pesawat Smart Air yang berhasil selamat dari penembakan. Saat penyerangan, pelaku membawa senjata api dan senjata tajam dengan berbagai jenis.
"Diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku, sementara lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang. Jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi," jelasnya.
Simak Video "Video Insiden Penembakan Pesawat Smart Air, Komisi I DPR Soroti Konflik Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/ata)













































