11 Bandara di Papua Ditutup Imbas Pilot-Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB

11 Bandara di Papua Ditutup Imbas Pilot-Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB

Syachrul Arsyad - detikSulsel
Senin, 16 Feb 2026 15:33 WIB
Bandara Koroway Batu di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Foto: Bandara Koroway Batu di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. (dok. Kemenhub)
Boven Digoel -

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sementara 11 bandara atau satuan pelayanan (satpel) lapangan terbang (lapter) yang tersebar di sejumlah wilayah di Papua. Penutupan ini imbas kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembak pesawat Smart Air PK-SNR di Boven Digoel, Papua Selatan, hingga menewaskan pilot dan kopilot.

Kesebelas bandara tersebut adalah Satpel Koroway Batu, ⁠⁠Bandara Bomakia, ⁠⁠Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, ⁠Lapter Kapiraya, Lapter Iwur, ⁠⁠Lapter Faowi, Lapter Dagai, Lapter Aboy, ⁠Lapter Teraplu dan Lapter Beoga. Penutupan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Penerbangan perintis merupakan layanan vital dalam mendukung konektivitas masyarakat Papua, khususnya untuk akses kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, serta mobilitas dasar masyarakat di wilayah terpencil, sehingga keamanannya sangat krusial dan harus dijaga," kata Direktur Jenderal Hubud Kemenhub, Lukman F Laisa dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lukam menegaskan operator yang menghentikan penerbangan karena alasan keamanan tidak akan dikenakan sanksi.⁠ ⁠Penerbangan perintis tetap dapat dilaksanakan dengan memastikan kondisi keamanan bandara tujuan terpenuhi.

Operator diberikan kewenangan penuh untuk melakukan penilaian keamanan dan memutuskan keberlanjutan operasional demi keselamatan. Ditjen Hubud terus berkoordinasi operator penerbangan untuk terus meningkatkan kewaspadaan dalam operasional di daerah rawan keamanan, mengingat kondisi saat ini termasuk dalam kategori risiko ekstrem.

ADVERTISEMENT

"Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan," kata Lukman.

Kemenhub juga mengungkap terdapat 5 bandara dengan situasi rawan terkendali namun terdapat pengamanan dari aparat TNI/Polri. Pihaknya memastikan operasional penerbangan dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi daerahnya.

Kelima bandara yang dimaksud, yakni ⁠Bandara Kiwirok, ⁠⁠Bandara Moanamani, ⁠⁠Satpel Sinak di Ilaga, Satpel Agandugume di Ilaga, dan Bandara Illu. Ditjen Hubud juga telah menyiapkan beberapa langkah strategis pascapenembakan pesawat Smart Air.

Salah satunya penyampaian surat resmi kepada TNI/Polri guna peningkatan pengamanan di wilayah tertentu. Pihaknya juga memberikan instruksi kepada seluruh koordinator wilayah penerbangan perintis untuk melakukan koordinasi intensif dengan aparat keamanan.

Selain itu⁠ melakukan integrasi isu keamanan dalam safety assessment tahunan di wilayah Papua. Ditjen Hubud Kemenhub juga melakukan review klausul kontrak angkutan udara perintis, termasuk penguatan klausul force majeure terkait kondisi keamanan.

Ditjen Hubud juga tengah melakukan pemetaan bandara berdasarkan tingkat risiko, menyusun standard operating procedure (SOP) khusus bagi awak pesawat di wilayah kritis. Pihaknya turut berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia dan aparat penegak hukum terkait investigasi insiden sesuai ketentuan perundang-undangan penerbangan.

"Ke depannya kami akan menekankan pentingnya penguatan dasar hukum penghentian sementara operasional apabila kondisi keamanan tidak terpenuhi, serta perlunya Surat Keputusan Bersama (SKB) antara pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memperkuat pelaksanaan angkutan udara perintis," tegas Lukman.

Lukman memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama. Ditjen Hubud berkomitmen melakukan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan aparat keamanan guna memastikan layanan angkutan udara perintis tetap berjalan dengan prinsip safety first.

"Penembakan pilot dan kopilot PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation menorehkan luka yang mendalam bagi dunia transportasi udara, sekaligus mengingatkan kita betapa tingginya risiko bertugas di tanah Papua. Kami menyampaikan kembali belasungkawa yang mendalam atas gugurnya pilot dan kopilot PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation saat bertugas. Mereka adalah pahlawan transportasi yang sesungguhnya," jelasnya.

2 Anggota KKB Penembak Pesawat Ditangkap

Diketahui, KKB pimpinan Elkius Kobak menembak pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Boven Digoel, Rabu (11/2). Pilot Egon Irawan dan kopilot Baskoro dilaporkan meninggal, sedangkan 13 penumpang pesawat dilaporkan selamat.

Satgas Operasi Damai Cartenz pun menangkap 4 anggota KKB di Yahukimo, Papua Pegunungan, pascapenembakan pesawat tersebut. Dua orang di antaranya berinisial GW dan EH diduga terlibat langsung dalam penembakan.

"Dari sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap awak pesawat perintis Smart Air pada 11 Februari, dua orang telah berhasil diidentifikasi dan saat ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut," kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Senin (16/2).

Pihaknya juga telah mendalami keterangan para penumpang pesawat Smart Air yang berhasil selamat dari penembakan. Saat penyerangan, pelaku membawa senjata api dan senjata tajam dengan berbagai jenis.

"Diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku, sementara lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang. Jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satgas Operasi Damai Brigjen Faizal Ramadhani mengatakan, empat anggota KKB diamankan dalam 2 hari penyelidikan. Para pelaku masih menjalani pemeriksaan.

"Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman," ungkap Faizal.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Insiden Penembakan Pesawat Smart Air, Komisi I DPR Soroti Konflik Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads