Sidang Isbat Puasa 2026 Mulai Jam Berapa? Ini Rincian Jadwalnya

Sidang Isbat Puasa 2026 Mulai Jam Berapa? Ini Rincian Jadwalnya

Iswandy Rusli - detikSulsel
Selasa, 17 Feb 2026 14:32 WIB
jadwal tahapan Sidang Isbat Puasa 2026 mulai dari pemaparan posisi hilal hingga pengumuman resmi pemerintah.
Ilustrasi (Foto: YouTube Bimas Islam TV)
Makassar -

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI akan menggelar Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1447 H sore ini, Selasa, 17 Februari 2026. Sidang isbat penetapan awal Ramadhan 2026 ini akan berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Berdasarkan jadwal yang dirilis Kemenag melalui akun Instagramnya @kemenag.ri, pelaksanaan sidang isbat dimulai pada pukul 18.30 WIB atau 19.30 Wita atau 20.30 WIT. Pelaksanaan sidang ini akan digelar secara tertutup.

Berikut rincian jam pelaksanaan Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1447 H:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Agenda: Pelaksanaan sidang isbat
  • Jam mulai: 18.30 WIB
  • Lokasi: Hotel Borobudur, Jakarta Pusat
  • Keterangan: Tertutup untuk umum.

Awalnya, pelaksanaan sidang isbat ini akan dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag Jl MH Thamrin. Namun, guna penyesuaian kapasitas ruangan pelaksanaan sidang dialihkan ke Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

Tahapan Sidang Isbat 2026

Sidang isbat secara keseuruhan memiliki tiga tahapan, yakni diawali dengan seminat posisi hilal, kemudian pelaksanaan sidang, dan ditutup dengan konferensi pers terkait hasil sidang atau penetapan 1 Ramadhan 2026 secara resmi oleh Menteri Agama.

Berikut rinciannya jadwal setiap tahapan:

1. Seminar Posisi Hilal

  • Waktu: 16.30 WIB atau 17.30 Wita atau 18.30 WIT
  • Keterangan: Terbuka untuk umum

2. Pelaksanaan Sidang Isbat

  • Waktu: 18.30 WIB atau 19.30 Wita atau 20.30 WiT
  • Keterngan: Tertutup untuk umum

3. Konferensi Pers Penetapan 1 Ramadhan 1447 H

  • Waktu: 19.05 WIB atau 20.05 Wita atau 21.05 WIT
  • Keterangan: Terbuka untuk umum

Prediksi BRIN Awal Puasa Ramadhan 19 Febvruari 2026

Koordinator KR Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN Prof Thomas Djamaluddin mengungkapkan 1 Ramadhan 1447 H diprediksi jatuh pada 19 Februari jika menggunakan hilal lokal. Mulanya, ia mengatakan terdapat potensi perbadaan awal Ramadhan di Indonesia.

"Perbedaan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya karena beda metode (hisab vs rukyat) atau beda kriteria (Wujudul Hilal vs Imkan Rukyat). Perbedaan kali ini karena beda hilal global vs hilal lokal," ujar Thomas kepada wartawan yang dikutip dari detikNews, Selasa (17/2/2026).

Thomas menjelaskan hilal global merujuk terpenuhinya kriteria Imkanur Rukyat. Pada waktu magrib nanti, kriteria itu terpenuhi di Alaska. Maka, penetapan awal Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.

"Hilal global merujuk terpenuhinya kriteria Imkan Rukyat di mana saja. Pada saat magrib 17 Februari kriteria itu terpenuhi di Alaska, maka pengguna Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) menetapkan awal Ramadan 18 Februari 2026," ujar Thomas.

Sementara itu, hilal lokal merujuk pada wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada waktu magrib nanti, katanya, posisi hilal belum memenuhi Imkanur Rukyat bahkan di Indonesia masih berada di bawah ufuk.

"Hilal lokal merujuk wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada saat Magrib 17 Februari, posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkan Rukyat, bahkan di Indonesia posisi bulan masih di bawah ufuk," kata dia.

Sehingga, awal Ramadhan jatuh pada 19 Februari 2026 jika merujuk pada hilal lokal. Penentuan awal Ramadhan tetap menunggu hasil sidang isbat yang diumumkan pemerintah.

"Maka secara hisab dan (nanti dibuktikan) secara rukyat awal Ramadhan pada 19 Februari 2026," ujarnya.




(alk/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads