Jadwal Puasa Ramadhan 2026 Muhammadiyah, Catat Tanggalnya!

Jadwal Puasa Ramadhan 2026 Muhammadiyah, Catat Tanggalnya!

Iswandy Rusli - detikSulsel
Selasa, 17 Feb 2026 08:59 WIB
Ilustrasi jadwal puasa Ramadhan 2026 Muhammadiyah.
Foto: Andhika Prasetia
Makassar -

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H/2026. Lantas kapan awal puasa Ramadhan 2026 Muhammadiyah?

Penetapan 1 Ramadhan 2026 tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang telah dilakukan jauh hari sebelumnya.

Jadwal puasa Ramadhan 2026 ini tentunya penting diketahui setiap warga Muhammadiyah sebagai acuan. Nah, berikut ini informasi lengkap tentang jadwal puasa Ramadhan 2026 Muhammadiyah lengkap konversi tanggal sebulan penuh dan penjelasan ilmiahnya. Yuk simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadwal Puasa Ramadhan 2026 Muhammadiyah

Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tanggal 1 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan 18 Februari 2026. Dengan demikian, warga Muhammadiyah melaksanakan awal puasa Ramadhan pada Rabu, 18 Februari 2026.

Berikut jadwal puasa Ramadhan selama sebulan jika dikonversi ke penanggalan Masehi:

ADVERTISEMENT

Puasa 1 Ramadhan = 18 Februari 2026
Puasa 2 Ramadhan = 19 Februari 2026
Puasa 3 Ramadhan = 20 Februari 2026
Puasa 4 Ramadhan = 21 Februari 2026
Puasa 5 Ramadhan = 22 Februari 2026
Puasa 6 Ramadhan = 23 Februari 2026
Puasa 7 Ramadhan = 24 Februari 2026
Puasa 8 Ramadhan = 25 Februari 2026
Puasa 9 Ramadhan = 26 Februari 2026
Puasa 10 Ramadhan = 27 Februari 2026
Puasa 11 Ramadhan = 28 Februari 2026
Puasa 12 Ramadhan = 1 Maret 2026
Puasa 13 Ramadhan = 2 Maret 2026
Puasa 14 Ramadhan = 3 Maret 2026
Puasa 15 Ramadhan = 4 Maret 2026
Puasa 16 Ramadhan = 5 Maret 2026
Puasa 17 Ramadhan = 6 Maret 2026
Puasa 18 Ramadhan = 7 Maret 2026
Puasa 19 Ramadhan = 8 Maret 2026
Puasa 20 Ramadhan = 9 Maret 2026
Puasa 21 Ramadhan = 10 Maret 2026
Puasa 22 Ramadhan = 11 Maret 2026
Puasa 23 Ramadhan = 12 Maret 2026
Puasa 24 Ramadhan = 13 Maret 2026
Puasa 25 Ramadhan = 14 Maret 2026
Puasa 26 Ramadhan = 15 Maret 2026
Puasa 27 Ramadhan = 16 Maret 2026
Puasa 28 Ramadhan = 17 Maret 2026
Puasa 29 Ramadhan = 18 Maret 2026
Puasa 30 Ramadhan = 19 Maret 2026

Hasil Hisab Penentuan 1 Ramadhan 2026

Mengutip Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, dijelaskan bahwa ijtimak jelang Ramadan 1447 H terjadi pada hari Selasa Kliwon, 29 Syaban 1447 H bertepatan dengan 17 Februari 2026, pukul 12:01:09 UTC.

Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC tidak ada satu wilayah pun di muka Bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8°.

Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi itu ada wilayah yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 2, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8° setelah pukul 24:00 UTC dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand (16:06:13 UTC).

Wilayah yang memenuhi parameter tersebut termasuk daratan Amerika, antara lain yang pertama adalah:

  1. Lintang: 56°48'49" LU, Bujur: 158°51'44" BB
  2. Tinggi Bulan: 5° 23′ 35″, Elongasi: 8° 00′ 11″

Maka ditetapkan, di seluruh dunia tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026.

Penjelasan PP Muhammadiyah Penetapan 1 Ramadan 2026

Melansir laman resmi Muhammadiyah, penetapan 1 Ramadhan oleh Muhammadiyah ini berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo menjelaskan bahwa KHGT dibangun di atas prinsip utama keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia (one day, one date globally).

Prinsip tersebut hanya dapat terwujud apabila Bumi dipandang sebagai satu kesatuan matla', tanpa pembagian zona-zona regional, serta tetap mengikuti garis tanggal internasional.

"Kalau Bumi dibagi ke dalam zona-zona penanggalan, maka tidak mungkin terjadi keseragaman hari dan tanggal. Karena bisa terjadi kawasan barat sudah masuk tanggal baru, sementara kawasan timur belum," jelasnya.

Rahmadi menerangkan, berdasarkan keputusan Majelis Tarjih, seluruh kawasan dunia dipandang sebagai satu kesatuan. Bulan baru dimulai secara serentak apabila sebelum pukul 24.00 GMT terdapat wilayah daratan di Bumi yang memenuhi dua syarat astronomis berikut:

  • Elongasi Bulan-Matahari minimal 8 derajat.
  • Ketinggian hilal saat Matahari terbenam minimal 5 derajat.

Apabila kriteria ini belum terpenuhi sebelum pukul 24.00 GMT, masih tersedia parameter lanjutan, yakni:

  • Ijtimak (konjungsi) harus terjadi di Selandia Baru sebelum fajar, karena wilayah ini merupakan kawasan berpenduduk paling awal menyambut hari baru di Bumi.
  • Pada saat yang sama, parameter 5 derajat dan 8 derajat harus terpenuhi di daratan benua Amerika, yang menjadi patokan akhir siklus 24 jam global.

"Fajar dipilih karena ia menjadi batas awal puasa. Ini untuk memastikan tidak ada satu pun wilayah di Bumi yang tertinggal atau mendahului kalender global," terang Rahmadi.

Berdasarkan hasil hisab, konjungsi Bulan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 GMT. Namun, hingga sebelum pukul 24.00 GMT di hari tersebut, tidak ada wilayah dunia yang memenuhi secara langsung kriteria elongasi 8 derajat dan ketinggian hilal 5 derajat.

Artinya, syarat utama belum terpenuhi. Maka dari itu, Majelis Tarjih kemudian menggunakan parameter lanjutan.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ijtimak di Selandia Baru terjadi sebelum waktu fajar setempat. Pada Februari, Selandia Baru menggunakan waktu musim panas (UTC +13), sehingga konjungsi berlangsung sekitar pukul 01.00 dini hari waktu lokal, sementara fajar terjadi setelahnya. Dengan demikian, syarat pertama terpenuhi.

Selanjutnya ditinjau kondisi di benua Amerika. Berdasarkan perhitungan geosentrik (berbasis pusat Bumi), wilayah Bethel, Alaska, menunjukkan elongasi telah mencapai lebih dari 8 derajat dan ketinggian hilal melampaui 5 derajat.

"Artinya, parameter global telah terpenuhi di daratan Amerika. Meski wilayahnya kecil dan penduduknya Berdasarkan seluruh rangkaian perhitungan dan parameter tersebut, Majelis Tarjih PP Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.sedikit, ia tetap sah karena yang dijadikan acuan adalah daratan, bukan jumlah populasi," tegas Rahmadi.

Dengan terpenuhinya dua syarat lanjutan tersebut, maka awal bulan Ramadan ditetapkan secara global pada keesokan harinya.

Demikian jadwal puasa Ramadhan 2026 Muhammadiyah lengkap dengan ulasan ilmiah tetang proses penetapannya. Semoga bermanfaat!




(alk/alk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads