Renungan Harian Katolik Sabtu, 14 Februari 2026: Pelayanan yang Ekaristis

Renungan Harian Katolik Sabtu, 14 Februari 2026: Pelayanan yang Ekaristis

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Sabtu, 14 Feb 2026 06:30 WIB
Renungan harian Katolik
Ilustrasi (Foto: jcomp/Freepik)
Makassar -

Renungan Harian Katolik menjadi salah satu sarana rohani yang membantu umat untuk menyiapkan hati dalam menjalani hari bersama Tuhan. Melalui permenungan atas Sabda-Nya, umat diajak untuk semakin peka terhadap kehendak Allah, memperdalam relasi pribadi dengan-Nya, serta menghadirkan kasih dalam setiap tindakan nyata.

Renungan harian Sabtu, 14 Februari 2026 mengangkat tema "Pelayanan yang Ekaristis" yang dikutip dari buku Renungan Tiga Titik yang ditulis oleh Gregorius Junus. Renungan hari ini mengingatkan kita bahwa ekaristi bukan hanya perayaan liturgi yang dirayakan di altar, tetapi juga sumber dan puncak kehidupan Kristiani yang memanggil setiap orang untuk hidup dalam semangat syukur, pengorbanan, dan pelayanan.

Nah, secara lengkap artikel ini memuat tentang:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Bacaan dan renungan harian 14 Februari 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan;
  3. Teks doa penutup;

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 14 Februari 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: 1 Raj 12:26-32;13:33-34

Maka berkatalah Yerobeam dalam hatinya: "Kini mungkin kerajaan itu kembali kepada keluarga Daud.

Jika bangsa itu pergi mempersembahkan korban sembelihan di rumah TUHAN di Yerusalem, maka tentulah hati bangsa ini akan berbalik kepada tuan mereka, yaitu Rehabeam, raja Yehuda, kemudian mereka akan membunuh aku dan akan kembali kepada Rehabeam, raja Yehuda."

Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: "Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir."

Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betel dan yang lain ditempatkannya di Dan.

Maka hal itu menyebabkan orang berdosa, sebab rakyat pergi ke Betel menyembah patung yang satu dan ke Dan menyembah patung yang lain.

Ia membuat juga kuil-kuil di atas bukit-bukit pengorbanan, dan mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yang bukan dari bani Lewi.

Kemudian Yerobeam menentukan suatu hari raya pada hari yang kelima belas bulan kedelapan, sama seperti hari raya yang di Yehuda, dan ia sendiri naik tangga mezbah itu. Begitulah dibuatnya di Betel, yakni ia mempersembahkan korban kepada anak-anak lembu yang telah dibuatnya itu, dan ia menugaskan di Betel imam-imam bukit pengorbanan yang telah diangkatnya.

Sesudah peristiwa inipun Yerobeam tidak berbalik dari kelakuannya yang jahat itu, tetapi mengangkat pula imam-imam dari kalangan rakyat untuk bukit-bukit pengorbanan. Siapa yang mau saja, ditahbiskannya menjadi imam untuk bukit-bukit pengorbanan.

Dan tindakan itu menjadi dosa bagi keluarga Yerobeam, sehingga mereka dilenyapkan dan dipunahkan dari muka bumi.

Mazmur Tanggapan: Mzm 106:6-7a,19-20,21-22

Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, telah berbuat fasik.

Nenek moyang kami di Mesir tidak mengerti perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib, tidak ingat besarnya kasih setia-Mu, tetapi mereka memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau.

Mereka membuat anak lembu di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan;

mereka menukar Kemuliaan mereka dengan bangunan sapi jantan yang makan rumput.

Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir:

perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.

Bacaan Injil: Mrk 8:1-10

Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata:

"Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.

Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh."

Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?"

Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh."

Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.

Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.

Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.

Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang.

Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

Renungan Hari Ini: Pelayanan yang Ekaristis

Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya mereka menyajikannya, dan mereka pun menyajikannya kepada orang banyak. (Mrk. 8:6b)

Injil Markus mengisahkan tindakan Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya sebanyak tiga kali. Ketiga peristiwa tersebut adalah: saat Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan (Mrk. 6:41); ketika Yesus memberi makan empat ribu orang dengan tujuh roti dan beberapa ikan (Mrk. 8:6-7); dan pada peristiwa perjamuan Tuhan (Mrk. 14:22). Suatu angka yang menunjukkan betapa pentingnya tindakan Yesus ini.

Setelah Yesus memberikan ajaran dan contoh tindakan pelayanan tersebut, Ia meminta murid-murid-Nya untuk menyajikannya kepada banyak orang dan mereka menanggapinya dengan melakukan perintah-Nya. Yesus mewariskan ajaran pelayanan ekaristis, karena sesaat sebelum memasuki sengsara dan kematian-Nya, Yesus mengulangi tindakan tersebut bersama murid-murid-Nya pada saat Yesus menetapkan Ekaristi (Mrk. 14:22-26).

Saya terinspirasi dari buku dengan judul, "Diambil, Diberkati, Dipecah dan Dibagikan" karya Henri J.M. Nouwen, seorang pastor dan profesor teologi Katolik. Buku yang ditulis beralaskan perikop Perjamuan Tuhan ini semakin menyadarkan saya, bahwa saya menjadi Katolik dan melayani bukanlah suatu kebetulan.

Saya diambil, artinya dipilih oleh Tuhan, I am the chosen one. Saya juga sadar bahwa saya diberkati Tuhan dengan kasih dan talenta untuk melayani orang banyak.

Namun, saya juga mengalami penderitaan dalam pelayanan, seperti roti yang dipecah-pecah Yesus. Saya yang satu tubuh dan pribadi ini, akhirnya dibagi-bagi ke pelbagai pelayanan dan orang banyak sesuai kehendak Tuhan. Saya syukuri ini terjadi dalam hidup saya hingga kini.

Apakah kita merasa bangga karena diambil/dipilih, atau merasa hebat sebab menerima berkat dari Tuhan? Apakah kita menghindar ketika kita 'dipecah-pecah' dengan mengalami penderitaan dan menolak untuk 'dibagi-bagi' dalam pelayanan kita? Kita adalah pribadi istimewa yang dipilih sekaligus diberkati Tuhan.

Marilah kita belajar pelayanan dari murid-murid Yesus dengan menaati dan melakukan perintah-Nya! Kita yang sudah dipersiapkan oleh Tuhan menyediakan diri untuk menyajikan diri kita sendiri kepada orang banyak karena inilah pelayanan Ekaristis yang dikehendaki Tuhan.

Doa Penutup

Allah Bapa Yang Maha Kasih, sumber dan tujuan pelayanan kami. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada-Mu, karena Putera-Mu Yesus Kristus telah mengajarkan dan memberikan teladan pelayanan yang sungguh indah dan mulia kepada kami.

Jadikanlah kami roti yang diambil, diberkati, dipecah-pecah, dan dibagi-bagi langsung oleh Yesus Kristus sendiri. Kami akan mamΡ€ΠΈ karena Engkau memberkati dan menyertai kami. Doa ini kami panjatkan kepada-Mu ya Bapa, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami yang terkasih. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Sabtu, 14 Februari 2026. Tuhan memberkati keseharian kita!



(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads