Renungan Harian Katolik Jumat 30 Januari 2026: Terus Bertumbuh dan Berkembang

Renungan Harian Katolik Jumat 30 Januari 2026: Terus Bertumbuh dan Berkembang

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Jumat, 30 Jan 2026 05:30 WIB
Renungan Harian Katolik Jumat 30 Januari 2026: Terus Bertumbuh dan Berkembang
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Makassar -

Renungan Harian Katolik hadir sebagai panduan rohani bagi umat untuk mengawali dan menjalani hari dengan terang firman Tuhan. Melalui permenungan singkat atas Sabda Tuhan, umat diajak untuk melihat kembali perjalanan hidupnya, menilai sikap dan pilihan yang diambil, serta memperbarui komitmen iman dalam keseharian.

Renungan harian Katolik Jumat, 30 Januari 2026 mengangkat tema "Terus Bertumbuh dan Berkembang" yang dikutip dari buku Inspirasi Pagi ditulis oleh Y Damai Wasono OFM. Renungan ini mengajak umat menyadari bahwa kehidupan iman merupakan sebuah proses yang dinamis.

Renungan hari ini mengingatkan bahwa pertumbuhan rohani terjadi ketika seseorang membuka diri pada karya Tuhan dan bersedia dibentuk dalam setiap pengalaman hidup. Nah, secara lengkap artikel di bawah ini menyajikan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Bacaan dan renungan harian 29 Januari 2026 berdasarkan kalender liturgi.
  • Teks mazmur tanggapan
  • Teks doa penutup

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 Januari 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: 2Sam. 11:1-4a,5-10a,13-17

Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.

Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.

Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu."

Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.

Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: "Aku mengandung."

Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: "Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku." Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud.

Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang.

Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: "Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu." Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja.

Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya.

Diberitahukan kepada Daud, demikian: "Uria tidak pergi ke rumahnya." Lalu berkatalah Daud kepada Uria: "Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?"

Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.

Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.

Ditulisnya dalam surat itu, demikian: "Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati."

Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa.

Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, maka gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 51:3-4,5-6a,6bc-7,10-11

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

Bacaan Injil: Mrk. 4:26-34

Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.

Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?

Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.

Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."

Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Demikianlah renungan harian Katolik Kamis, 29 Januari 2026. Tuhan menyertai keseharian kita!

Renungan Hari Ini: Terus Bertumbuh dan Berkembang

Pada suatu kesempatan, dalam sebuah pertemuan persaudaraan, ada seorang imam Fransiskan yang datang dan menemui saya. Imam muda tersebut berasal dari Timor Leste. Dahulu, waktu saya bertugas di Timor Leste tahun 2003, beliau ternyata menjadi murid saya di SMP yang dikelola oleh paroki. Tak terbayangkan, orang yang dahulu menjadi anak murid saya kini menjadi rekan imam dalam tarekat yang sama!

Yesus hari ini berbicara tentang Kerajaan Allah yang tumbuh dan berkembang secara perlahan, lambat, tanpa disadari, namun pasti. Berawal dari benih yang ditanam di tanah, benih itu kemudian mengeluarkan tunas. Tunas itu tumbuh semakin tinggi, lalu muncullah tangkai-tangkai dan bulir-bulir yang berisi. Bulir-bulir itu terus berkembang dan akhirnya menjadi buah yang masak dan siap untuk dipanen.

Seluruh proses dari benih hingga menjadi buah yang siap dipanen ini berlangsung tanpa disadari manusia.

Demikian juga dengan diri kita. Sebagai pengikut Kristus, kita diharapkan dapat menanamkan benih-benih kebaikan dalam hidup kita. Meski di mata manusia tampaknya sia-sia dan tidak ada harapan sama sekali, di mata Tuhan hal sekecil apa pun memiliki makna. Kita diajak untuk tetap setia dalam menjalankan tugas pengutusan kita, entah sebagai imam, bruder, suster, maupun sebagai awam. Kita semua diajak untuk terus bertumbuh dan berkembang dalam menanamkan benih-benih kebaikan.

Kalau kita karyawan, jadilah karyawan yang baik. Kalau kita pedagang, jadilah pedagang yang baik. Kalau kita polisi, jadilah polisi yang baik. Kalau kita guru, jadilah guru yang baik. Singkatnya, apa pun profesi dan status kita, kita diajak untuk melaksanakannya dengan baik dan penuh tanggung jawab, sehingga dapat menghasilkan buah yang berguna.

Doa Penutup

Tuhan yang Mahabaik,
kami bersyukur atas Sabda-Mu yang hari ini mengingatkan kami bahwa Engkau bekerja dalam keheningan dan kesetiaan. Ajarlah kami untuk tidak cepat putus asa ketika benih-benih kebaikan yang kami tanam belum juga menampakkan hasil.

Teguhkanlah hati kami agar tetap setia dalam panggilan hidup masing-masing. Dalam pekerjaan, pelayanan, dan setiap tanggung jawab yang kami emban, mampukan kami untuk menjalaninya dengan jujur, tekun, dan penuh kasih.

Bimbinglah kami agar terus bertumbuh dan berkembang seturut kehendak-Mu, hingga pada waktunya hidup kami berbuah dan menjadi berkat bagi sesama serta memuliakan nama-Mu.
Amin.

Itulah renungan harian Katolik Jumat, 30 Januari 2026. Tuhan berberkati!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads