Data dan Fakta Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Usai Operasi SAR Berakhir

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 26 Jan 2026 08:37 WIB
Foto: Lokasi penemuan serpihan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung. Dokumen Istimewa
Makassar -

Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup operasi SAR kecelakaan pesawat itu setelah 10 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pesawat ATR 42-500 awalnya dinyatakan hilang kontak saat akan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat buatan tahun 2000 bernomor seri 611 itu terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar.

Tim SAR gabungan dari unsur Basarnas, TNI-Polri, serta potensi SAR lainnya langsung turun melakukan pencarian dan evakuasi korban sejak Sabtu Siang. Tim SAR gabungan berhasil menemukan 10 korban yang masuk dalam manifes pesawat tersebut dalam tujuh hari pencarian.

Korban terakhir ditemukan dan dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar pada Jumat (23/1) pagi. Kepala Basarnas Marsdya Mohammad Syafii kemudian menyatakan operasi SAR pesawat ATR 42-500 resmi ditutup pada Jumat malam.

"Pada malam hari ini saya selaku Kepala Badan SAR Nasional, selaku SAR koordinator men-declare bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat PK-THT saya nyatakan selesai," kata Kabasarnas Marsdya Mohammad Syafii dalam konferensi pers di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Jumat (23/12026).

Dirangkum detikSulsel, Senin (26/1), berikut data dan fakta kecelakaan pesawat ATR 42-500 usai operasi SAR berakhir:

1. Tak Semua Serpihan Pesawat Dievakuasi

Hingga operasi SAR berakhir, masih banyak serpihan pesawat yang berserakan di sekitar lokasi kejadian. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan body part pesawat yang dibutuhkan untuk investigasi sudah cukup. Salah satu yang penting ialah black box atau kotak hitam.

"Tadi dari teman-teman KNKT sudah menyampaikan bahwa dengan bukti black box yang sudah ditemukan dan juga beberapa komponen pesawat yang sudah kita serahterimakan sementara masih dalam pernyataan cukup. Jadi sementara sudah disampaikan cukup dari bukti-bukti itu untuk ditindaklanjuti untuk dilakukan investigasi," ucap Syafii.

Dia menegaskan tidak semua serpihan pesawat harus dievakuasi dari lokasi kejadian. Namun pihaknya tetap akan mengambil serpihan pesawat lainnya jika dibutuhkan KNKT untuk kepentingan investigasi.

"Tidak mungkin dengan situasi yang seperti itu body part-body part harus kita evakuasi secara keseluruhan. Kecuali misalkan nanti memang dari KNKT membutuhkan bantuan untuk masuk ke lokasi untuk mengevakuasi body part yang sekiranya masih sangat dibutuhkan. Operasi kita yang kita lakukan adalah operasi dukungan. Bukan operasi SAR. Karena operasi SAR itu ditujukan untuk menemukan korban dan mengevakuasi korban," terangnya.



Simak Video "Video Update Tragedi ATR 42-500: Black Box-Korban Ketiga Ditemukan"


(hsr/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork