Kebun Raya Kendari merupakan destinasi wisata alam di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menggabungkan konservasi, edukasi, dan rekreasi hijau dalam satu kawasan. Lokasinya yang strategis di Kota Kendari menjadikannya salah satu tempat favorit bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Dengan luas lebih dari 100 hektare, Kebun Raya Kendari menjadi paru-paru kota sekaligus pusat pelestarian berbagai macam tumbuhan. Objek wisata Kebun Raya Kendari ini menawarkan pengalaman wisata alam yang asri dan menenangkan.
Bagi detikers yang ingin menikmati wisata hijau sambil belajar tentang keanekaragaman hayati, tempat ini adalah pilihan yang tepat. Nah, berikut ulasan lengkap tentang Kebun Raya Kendari lengkap profil, fasilitas, akses, dan harga tiketnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak, yuk!
Profil Umum Kebun Raya Kendari
![]() |
Kebun Raya Kendari atau dikenal juga dengan Camping Ground Kendari terletak di Jalan Kebun Raya Nanga-Nanga, Kelurahan Andonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Luasnya mencapai 113 hektare dan terletak pada Kawasan Hutan Nanga-nanga.
Di dalamnya terdapat hutan lindung seluas 22 hektare dan hutan produksi biasa seluas 96 hektare. Wisata kebun raya memiliki koleksi tumbuhan yang di tata dan terdokumentasi berdasarkan jenis-jenisnya. [1]
Tercatat, Kebun Raya Kendari memiliki sekitar 140 jenis anggrek serta ribuan pohon berbagai jenis. Keanekaragaman hayati tersebut menjadikan kawasan ini ideal sebagai destinasi wisata edukasi.[2]
![]() |
Selain sebagai destinasi wisata alam, tujuan pembangunan Kebun Raya Kendari juga sebagai tempat kegiatan konservasi serta objek wisata pendidikan dan penelitian. Oleh karena itu kebun raya disebut sebagai objek wisata edukasi.
Kebun Raya Kendari ini merupakan ruang terbuka hijau pertama di Sulawesi Tenggara. Penataan kebun raya ini merupakan program Kerjasama Kementerian PUPR dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). [1]
Penataan Kebun Raya Kendari: Dari Lahan Rusak Menuju Kawasan Konservasi Hijau
Kawasan yang kini menjadi Kebun Raya Kendari sejak awal memiliki potensi besar sebagai ruang konservasi dan penyedia jasa lingkungan. Namun, sebelum dilakukan penataan, lokasi ini sering dimanfaatkan untuk aktivitas penambangan pasir dan batu, serta penebangan kayu ilegal oleh masyarakat setempat. [1]
Melihat kondisi tersebut, pemerintah mengambil langkah serius dengan melakukan penataan menyeluruh. Proses penataan Kebun Raya Kendari dilakukan secara bertahap sejak tahun 2015 hingga 2018 dengan total anggaran mencapai Rp 39,9 miliar.
Pada tahun 2015, penataan dimulai dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED), serta pembangunan struktur awal seperti gedung pengelola, gerbang utama, visitor center, taman tematik, camping ground, area parkir bus, pagar keliling, dan green house.
Tahun 2016, pembangunan fisik berlanjut dengan penyelesaian gedung pengelola, gerbang utama, visitor center, dan camping ground. Selain itu, dilakukan pula pematangan jalan dan penurapan. Pekerjaan fisik ini menelan biaya Rp 7,2 miliar dan pekerjaan lanskap sebesar Rp 4,9 miliar.
Pada tahun 2017, fokus penataan beralih ke pembangunan gedung arboretum, hardscape arboretum, lanskap visitor center, serta lanskap kantor pengelola, dengan anggaran sebesar Rp 10,7 miliar.
Kemudian, di tahun 2018, pemerintah menyelesaikan pembangunan area parkir, sistem drainase, pagar pengaman, talud sisi tebing, taman ultra basic, tangga, camping ground, gardu pandang, gazebo, jalur pejalan kaki (pedestrian), serta softscape kawasan. Total biaya yang dikeluarkan untuk tahap ini mencapai Rp 14,1 miliar. [3]
Hasil dari pembangunan ini pun mulai terasa. Aktivitas ilegal seperti penebangan dan penambangan liar berkurang drastis, dan kondisi lingkungan perlahan pulih. Kebun Raya Kendari akhirnya diresmikan pada 22 Oktober 2019 oleh Gubernur Sulawesi Tenggara kala itu, Ali Mazi.
Sebagai langkah akhir, Kementerian PUPR secara resmi menyerahkan pengelolaan aset Kebun Raya Kendari kepada Pemerintah Kota Kendari. Seremoni penyerahan ini dilakukan langsung di kawasan kebun raya pada 20 Januari 2021. [1]
Daya Tarik Kebun Raya Kendari
![]() |
Kebun Raya Kendari menawarkan suasana alami yang sejuk dan menenangkan. Lanskapnya didominasi pepohonan rindang dengan nuansa asri dan segar yang menjadikan kawasan ini cocok sebagai tempat melepas penat dari rutinitas harian.
Kehadiran sungai kecil yang mengalir di dalam area kebun semakin memperkuat nuansa damai dan alami yang dimiliki tempat ini. Selain pesona alamnya, Kebun Raya Kendari juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang mendukung aktivitas luar ruang.
Pengunjung dapat menikmati area camping ground, gazebo, taman tematik, hingga menara pandang. Sarana-sarana tersebut memungkinkan aktivitas rekreasi, edukasi, hingga kegiatan komunitas berlangsung nyaman dalam suasana terbuka.
Kombinasi antara keindahan alam, fasilitas, dan keberagaman hayati menjadikan Kebun Raya Kendari sebagai destinasi wisata edukasi yang sempurna di jantung Kota Kendari. [4]
Fasilitas di Kebun Raya Kendari
![]() |
Kebun Raya Kendari telah dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana yang cukup memadai dan terjaga kebersihannya. Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus berupaya menyediakan fasilitas yang nyaman bagi pengunjung.
Sejumlah fasilitas utama yang tersedia di kawasan ini meliputi:
- Pintu gerbang - 1 unit
- WC - 14 unit
- Gazebo - 19 unit
- Jembatan - 3 unit
- Pagar pengaman - 1 unit
- Tempat parkir - 1 unit
- Jalan paving block - 1 unit
- Menara pandang - 1 unit
- Mushola - 1 unit
- Camping ground - 1 unit
- Gedung visitor - 1 unit
- Gedung konservasi - 1 unit
- Gedung edukasi - 1 unit
- Gedung wisma - 1 unit
- Taman pakuli - 1 unit
- Taman ultrabasa - 1 unit
- Taman etobatani - 1 unit [1]
Akses dan Harga Tiket Masuk Kebun Raya Kendari
Kebun Raya Kendari berjarak sekitar 14,4 kilometer dari pusat Kota Kendari. Waktu tempuh yang dibutuhkan kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan roda empat. [3]
Harga tiket masuk bervariasi yakni Rp 5.000 untuk kendaraan roda dua, Rp 10.000 untuk roda empat, Rp 20.000 untuk roda enam, serta tambahan Rp 5.000 per orang. [1] Wisata edukasi ini buka mulai pukul 07.00 Wita hingga 17.30 Wita setiap harinya. [4]
Berikut rincian informasinya:
- Jam operasional: 07.00-17.30 Wita
- Harga Tiket:
- Kendaraan roda dua: Rp5.000
- Kendaraan roda empat: Rp10.000
- Kendaraan roda enam: Rp20.000
- Tambahan per orang: Rp5.000
- Lokasi: Jalan Kebun Raya Nanga-Nanga, Kelurahan Andonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari
- Titik Gmaps: https://maps.app.goo.gl/5J1QBHKAMtecPtKo9?g_st=aw
Itulah ulasan mengenai wisata edukasi Kebun Raya Kendari. Tertarik berkunjung?
Referensi:
1. Jurnal Universitas Halu Oleo berjudul "Peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari Pengambangan Objek Wisata Kebun Raya Kendari"
2. Laman Antara Sultra berjudul "Konservasi Pendidikan dan Penelitian Kebun Raya Kendari"
3. Laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum berjudul "Kebun Raya Kendari Semakin Diminati untuk Wisata Edukasi"
4. Laman RRI berjudul "Keindahan Kebun Raya Kendari yang Memanjakan Raga
(urw/urw)