Ganasnya Banjir Terjang 7 Kabupaten di Sulsel hingga 9 Orang Tewas

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 04 Mei 2024 05:30 WIB
Foto: Tim SAR mengevakuasi warga terdampak banjir di Luwu, Sulsel. (Rachmat Ariadi/detikSulsel)
Luwu -

Banjir dan longsor menerjang 7 kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel), hingga mengakibatkan 9 warga dilaporkan tewas. Bencana hidrometeorologi itu juga menyebabkan rumah warga hanyut dan akses lalu lintas sempat lumpuh.

Banjir mematikan yang dipicu hujan deras itu terjadi pada Jumat (3/5/2024) dini hari. Tujuh kabupaten yang dilanda banjir termasuk longsor, yakni Luwu, Enrekang, Sidrap, Pinrang, Sinjai, Wajo, dan Bone.

Dampak bencana terparah terjadi di Luwu karena menyebabkan 7 warga tewas tertimbun longsor. Selain itu, satu warga di Sidrap dan satu lainnya di Bone juga meninggal karena terseret arus banjir.


Dirangkum detikSulsel, Sabtu (4/5), berikut dampak ganasnya banjir dan longsor yang menerjang 7 kabupaten di Sulsel:

7 Warga Tewas Akibat Longsor di Luwu

Longsor menewaskan 7 warga terjadi di Desa Buntu Sarek, Kecamatan Latimojong, Luwu, Jumat (3/5) sekitar pukul 04.00 Wita. Korban longsor didominasi warga lanjut usia.

"Korban longsor meninggal dunia di Desa Buntu Sarek, Kecamatan Latimojong 7 orang," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Amson Padolo kepada detikSulsel, Jumat (3/5).

Korban meninggal, yakni Rumpak (97), Jatima (55), Rima (84), Misdar (29), Mawi (57), Sukma (9) dan Kapila (84). Longsor terjadi karena tanah di lereng gunung yang labil.

"Hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Latimojong sehingga tanah di lereng gunung Kecamatan Latimojong menjadi rapuh karena intensitas hujan yang deras," tuturnya.

Sementara Sekretaris BPBD Luwu Amiruddin menuturkan, banjir turut merendam 13 kecamatan. Sebanyak 1.200 warga dilaporkan mengungsi.

"Data sementara itu ada 13 kecamatan yang terdampak dan tujuh korban meninggal dunia akibat longsor," kata Amiruddin.

Amiruddin mengatakan, ketinggian air di tiap kecamatan rata-rata mencapai 1 hingga 1,5 meter. Tim SAR gabungan tengah melakukan evakuasi secara bertahap.

"Kami masih melakukan evakuasi warga, kalau jumlah warga yang mengungsi sekarang kurang lebih 1.200 jiwa, itu data sementara kami," ungkapnya.

Dia membeberkan ada 15 rumah warga yang hanyut karena banjir. Rinciannya, 3 rumah di Kecamatan Bajo Barat dan 12 rumah lainnya hanyut di Kecamatan Suli Barat.

"Jadi 15 rumah hanyut. Kalau total rumah warga yang terdampak banjir bandang itu ada 1.145 rumah," beber Amiruddin.

Banjir di Luwu juga sempat mengakibatkan akses lalu lintas di Jalan Poros Belopa-Makassar, tepatnya di Kecamatan Suli, lumpuh total. Kondisi ini memicu kemacetan hingga antrean kendaraan yang panjang.

Kasat Lantas Polres Luwu AKP Jumanto Agung menuturkan, akses lalu lintas kembali normal ketika air yang menggenangi jalan mulai surut saat malam hari. Kendati begitu pengendara diminta tetap waspada saat melintas.

"Tetap berhati-hati, karena banyak jalan yang berlubang dan ambles akibat banjir. Kemudian banjir juga membawa material lumpur sehingga jalan sedikit licin," ucap Jumanto.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...



Simak Video "Video Alasan Judika Gaet Axin Zay Masuk Labelnya"


(sar/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork