Massa pengantar jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe terlibat kericuhan hingga membakar 25 rumah toko (ruko) di Waena, Kota Jayapura. Tidak ada korban jiwa dalam kericuhan itu, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignaitus Benny Ady Prabowo mengatakan kericuhan itu bermula saat massa pengantar jenazah Enembe melintasi pertigaan lampu merah Waena, Kota Jayapura, Kamis (28/12) pukul 17.50 WIT. Oknum massa di sekitar lokasi kemudian melakukan pelemparan ke arah aparat.
"Aksi perlawanan tiba-tiba muncul dengan massa yang melemparkan batu ke arah aparat keamanan yang berjaga di depan gapura masuk Asrama Korem 172/PWY Waena," kata Benny dalam keterangannya, Jumat (29/12/2023).
Lemparan itu kemudian direspons oleh aparat dengan melepaskan tembakan peringatan. Namun tembakan peringatan tak diindahkan oleh massa hingga akhirnya terjadi kericuhan dan pembakaran.
"Merespons aksi tersebut, anggota melakukan tembakan peringatan dan sejumlah upaya untuk mengendalikan situasi. Sayangnya, aksi anarkis berlanjut, memicu pembakaran beberapa bangunan di sekitar lampu merah Waena," imbuhnya.
Rumah Dinas Korem Waena Ikut Dibakar
Benny menyampaikan, akibat aksi anarkis massa itu sejumlah bangunan hangus terbakar. Selain 25 ruko, rumah dinas Korem 172/PWY Waena turut menjadi sasaran massa.
"Pembakaran yang menimpa Kantor Denkesyah, kios Manset dan perumahan dinas jabatan Kasi Korem 172/PWY Jayapura," ungkap Benny.
Benny menambahkan, tidak ada korban jiwa akibat kericuhan itu. Namun kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 2 miliar.
"Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 2 miliar," sebutnya.
Selengkapnya di halaman selanjutnya.
(asm/ata)