Kapal Rute Surabaya-Papua Terbakar di Perairan Maluku, 1 ABK Tewas-3 Luka

Maluku

Kapal Rute Surabaya-Papua Terbakar di Perairan Maluku, 1 ABK Tewas-3 Luka

Nurkholis Lamaau - detikSulsel
Sabtu, 12 Agu 2023 15:45 WIB
3 ABK Kapal Motor Lintas Papua sedang dirawat di Puskesmas Desa Tepa, Maluku Barat Daya, Maluku.
Foto: 3 ABK Kapal Motor Lintas Papua sedang dirawat di Puskesmas Desa Tepa, Maluku Barat Daya, Maluku. (Dok. Istimewa)
Maluku Barat Daya -

Kapal Motor (KM) Lintas Papua rute Surabaya-Papua terbakar di perairan Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku. Akibat insiden itu, satu anak buah kapal (ABK) bernama Muhammad Saif (40) tewas dan tiga ABK lainnya dalam penanganan medis.

"Untuk hasil penyelidikan awal itu adanya api karena arus pendek listrik. Jadi kapalnya tidak sampai meledak," ungkap Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono kepada detikcom, Sabtu (12/8/2023).

Peristiwa tersebut terjadi di Pelabuhan Tepa, Kecamatan Pulau-pulau Babar, Maluku Barat Daya, Maluku pada Kamis (10/8) sekitar pukul 01.00 WIT. Kapal dari Surabaya tujuan Papua itu membawa 17 orang ABK dengan mengangkut material pasir dan kerikil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun dalam pelayaran, kapal diterpa cuaca ekstrem. Sehingga kapten kapal memutuskan untuk singgah di Pelabuhan Tepa.

"KM Lintas Papua ini kan membawa material pasir sama batu kerikil, karena cuaca tidak bagus makanya sandar di (pelabuhan) Tepa, (kapal) dari Surabaya mau berlayar ke Papua," ujar Pulung.

ADVERTISEMENT

Saat kapal bersandar di pelabuhan, muncul kepulan asap di bagian belakang geladak sekitar pukul 01.00 WIT. Melihat api membesar, salah satu ABK langsung melaporkan ke Polsek setempat.

"Ada kepulan asap di bagian belakang geladak. Kemudian ABK dari kapal itu melaporkan ke Polsek adanya kebakaran di bagian mesin, nah akhirnya sama-sama dengan masyarakat, dari Basarnas dan Koramil melakukan pengecekan dan memadamkan api," jelasnya.

Pulung menyebut insiden itu menyebabkan 4 ABK menjadi korban. Mereka di antaranya Muhammad Saif, Adrianto, Sulfester Eduart Mamuaja, dan Alif Nurrochim.

Namun Muhammad Saif meninggal dunia dan 3 ABK lainnya harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sedangkan 13 ABK dalam kondisi sehat.

"Saat ini mereka semua dievakuasi di Puskesmas Teba. Tapi 3 korban luka bakar ini harus dirujuk ke RS Saumlaki untuk mendapat penanganan kesehatan lebih lanjut. Sedangkan 13 ABK lainnya dalam kondisi sehat," ucapnya.

Saat ini, lanjut Pulung, Polres Maluku Barat Daya sedang berkoordinasi dengan pihak perusahaan maupun keluarga korban. Termasuk apakah jenazah Muhammad Saif harus dipulangkan ke Sulawesi untuk dimakamkan di sana atau di Desa Tepa.

"Kami sementara sedang komunikasi dengan pihak perusahaan maupun keluarga korban, bisa enggak ini kita bawa ke Sulawesi untuk dimakamkan di sana, karena cuaca memang tidak mendukung kan, kapal juga tidak bisa keluar berlayar. Atau kita minta izin untuk kita makamkan di sini," pungkasnya.




(ata/hsr)

Hide Ads