Air laut di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tiba-tiba berubah warna menjadi hijau. Pemkab Selayar pun mengimbau warga agar tidak mengonsumsi ikan di laut yang warnanya berubah menjadi hijau untuk semetara waktu.
Fenomena yang membuat geger warga setempat ini terjadi di Desa Parak, Kecamatan Bontomanai sejak Selasa (17/1/2023). Air laut tiba-tiba berubah menjadi warna hijau hingga ke pesisir Jalan Mursalim Daeng Mamangung, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng.
Selain berubah menjadi hijau, air laut di perairan tersebut juga mengeluarkan bau busuk. Warga menemukan banyak ikan mati di pesisir pantai sekitar lokasi tersebut.
Dirangkum detikSulsel, Sabtu (21/1/2023) berikut fakta-fakta air laut di Selayar berubah jadi hijau dan warga dilarang makan ikan dari laut tersebut:
1. Pemkab Selayar Turun Tangan Uji Sampel Air
Air laut di Selayar, berubah menjadi hijau dan mengeluarkan bau busuk. Pemkab Selayar lalu turun tangan untuk melakukan pengujian sampel air laut dan ikan di laboratorium.
"Pemerintah mengambil sampel baik air maupun ikannya untuk uji laboratorium," kata Wakil Bupati Saiful Arif dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (19/1/2023).
Menurut penuturan Saiful, sampel air laut tersebut akan diuji laboratorium di Selayar. Sementara untuk sampel ikan harus dikirim ke laboratorium di Makassar.
"Di Selayar kita punya keterbatasan sehingga yang bisa diuji adalah air. Untuk ikannya harus dikirim ke Makassar," ujarnya.
2. Warga Diimbau Tidak Makan Ikan Sementara
Selain melakukan uji lab, Pemkab Selayar juga meminta warga agar tidak mengkonsumsi ikan untuk sementara. Warga pun diminta menunggu hingga hasil dari uji laboratorium keluar.
"Mohon jangan dikonsumsi dulu, sebelum ada kepastian dari uji laboratorium bahwa ikan tersebut aman dan tidak berbahaya, ini sebagai bentuk langkah antisipasi," kata Saiful.
Imbauan itu dikeluarkan Saiful lantaran pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab fenomena tersebut.
"Sekali lagi kami berharap jangan langsung dikonsumsi, karena bisa saja ini adalah racun yang konsumsi ikan sehingga mati," ujarnya.
3. Ahli Ekologi Laut Jelaskan Penyebabnya
Ahli Ekologi Laut Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Ambo Tuwo turut angkat bicara terkait fenomena air laut di Selayar berubah menjadi hijau. Dia menjelaskan penyebab sehingga fenomena itu bisa terjadi.
"Jadi itu (air laut) hijau namanya blooming. Itu blooming artinya populasinya itu meledak, jadi populasi plankton itu banyak sekali," jelas Prof Ambo kepada detikSulsel, Jumat (20/1).
Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.
(urw/hsr)