Dana Parpol Diusul Naik 4 Kali Lipat, PD Sulsel Bandingkan dengan Hibah KONI

Dana Parpol Diusul Naik 4 Kali Lipat, PD Sulsel Bandingkan dengan Hibah KONI

Xenos Zulyunico Ginting - detikSulsel
Selasa, 22 Nov 2022 08:40 WIB
Ilustrasi Bendera Parpol
Foto: Lutfhy Syahban/Tim Infografis detikcom
Makassar -

Dana bantuan partai politik (parpol) di Sulawesi Selatan (Sulsel) diusulkan naik hingga 4 kali lipat untuk tahun 2023. DPD Partai Demokrat (PD) Sulsel menganggap usulan kenaikan itu wajar dan membandingkannya dengan dana hibah KONI Sulsel dalam APBD 2022.

Untuk diketahui hingga saat ini dana bantuan parpol masih Rp 1.200 per suara sah. Setiap tahunnya Pemprov menganggarkan sekitar Rp 5 miliar lebih untuk dibagikan kepada 11 parpol sesuai perolehan suara masing-masing.

"Bayangkan aja. KONI sendiri, bukan lembaga politik, itu dapat Rp 8 miliar. Sendiri loh. Kami 5 miliar, bagi 9 partai. Coba pakai logika sederhana ya," ujar Ketua DPD PD Sulsel Ni'matullah atau yang akrab disapa Ulla kepada detikSulsel, Senin (21/11/2022) malam.


Selain itu, Ulla juga membandingkan dana bantuan parpol dengan bantuan keuangan daerah Pemprov Sulsel. Dia menyebut Pemprov dapat memberikan bantuan keuangan untuk daerah hingga Rp 400 miliar satu tahun.

"Coba periksa dana hibah di APBD. Untuk organisasi, untuk apa, untuk apa.. Itu bisa 10 kali lipat daripada hanya untuk kepentingan parpol. Sementara Parpol ini kadernya yang duduk di DPRD, kadernya yang duduk sebagai eksekutif dan sebagainya," katanya.

Ulla menuturkan usulan kenaikan dana bantuan parpol dari Rp 1.200 menjadi Rp 5.000 per suara sah memang sudah seharusnya diajukan.

Apalagi hal itu menurutnya sejalan dengan surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mengimbau Gubernur dan DPRD untuk meningkatkan nilai dana bantuan parpol.

"Jadi Rp 1.200 per suara itu memang terlalu kecil. Karena di pusat saja setiap tahun mereka kasih naik. Kemudian ada peraturan pemerintah untuk bantuan dana parpol itu range-nya ada Rp 1.000 sampai Rp 10.000," tuturnya.

"Makanya kita bilang, oh jangan, kita jangan ambil yang tertinggi. Kita ambil tengahnya aja (Rp 5.000)," sambungnya.

Ulla juga menyinggung pentingnya dana bantuan bagi parpol. Ulla menyebut dana tersebut lebih banyak digunakan oleh parpol untuk menggelar pendidikan politik, baik untuk kader maupun untuk caleg dan anggota dewan pada setiap tingkatan.

"Bantuan parpol itu penggunaannya ada aturannya. Harus sekian persen untuk ini, sekian persen untuk ini. Yang paling besar itu untuk pendidikan politik 50 persen," katanya.

"Sisanya itu untuk kepentingan sekretariat, kepentingan administrasi dan lain-lain. Jadi dana itu bukan dana hibah bantuan yang sifatnya bebas. Itu diaudit BPK tiap tahun," tukasnya.

Pemprov Sulsel sebelumnya mengaku tengah mengkaji usulan dana bantuan parpol naik empat kali lipat tahun 2023 nanti. Dana bantuan parpol diusulkan naik dari Rp 1.200 menjadi Rp 5.000 per suara sah.

"Baru sementara usulan (naik) dari Rp 1.200 per suara sah, diusul menjadi Rp 5.000 per suara sah (empat kali lipat)," ungkap Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Sulsel Andi Besse Wana kepada detikSulsel, Senin (21/11).

Sementara itu Kepala Kesbangpol Sulsel Asriady Sulaiman menuturkan bahwa kenaikan dana bantuan parpol tidak bisa serta merta dilakukan. Pemprov Sulsel perlu terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Selain itu Pemprov Sulsel juga wajib mempertimbangkan kondisi keuangan daerah sebelum memutuskan kenaikan dana bantuan parpol di tahun 2023 mendatang.

"Itu disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah di Sulawesi Selatan. Itu yang menjadi pokok, mana yang menjadi prioritas dan sebagainya," ujar Asriady saat dikonfirmasi terpisah.

Berdasarkan keputusan gubernur (Kepgub) Sulsel nomor 1336/VI/Tahun 2022 yang diterima detikSulsel dari Kesbangpol Sulsel Senin (21/11), tahun ini Pemprov menggelontorkan dana bantuan sebesar Rp 5.189.200.800 untuk 11 parpol dengan total 4.324.334 suara sah pada pemilu 2019.

Jika dana bantuan parpol diputuskan naik menjadi Rp 5.000 per suara sah, maka Pemprov Sulsel akan menganggarkan sekitar Rp 21.621.670.000 pada tahun 2023 mendatang.



Simak Video "Ini 3 Poin Pertimbangan PKS Dukung Anies Jadi Capres 2024"
[Gambas:Video 20detik]
(xez/hmw)