Komjak Bakal Awasi Kinerja Jaksa di Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua

Berita Nasional

Komjak Bakal Awasi Kinerja Jaksa di Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua

Tim detikNews - detikSulsel
Senin, 10 Okt 2022 13:28 WIB
Ketua Komjak, Barita Simanjuntak (Yulida/detikcom)
Foto: Ketua Komjak, Barita Simanjuntak (Yulida/detikcom)
Jakarta -

Komisi Kejaksaan (Komjak) akan mengawasi dan memantau kinerja jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang diotaki Ferdy Sambo. Ada 5 orang komisioner Komjak yang akan melakukan pengawasan di persidangan kasus Sambo dkk.

"Ini sebenarnya dalam melakukan tugas kewenangan Komisi Kejaksaan melakukan pengawasan, pemantauan penilaian kinerja jaksa dan pegawai kejaksaan dalam melakukan tugas kewenangannya," kata Ketua Komjak, Barita Simanjuntak, di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, dilansir dari detikNews, Senin (10/10/2022).

Barita menuturkan pihaknya akan melakukan pengawasan mengingat kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua menarik perhatian masyarakat. Komjak akan berkoordinasi dengan PN Jaksel terkait rencana tersebut hari ini.


"Kami dalam rangka tugas pengawasan itu tentu sangat wajar kami pamit sekaligus juga mohon koordinasi melakukan koordinasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar dalam pelaksanaan tugas komisi itu selama berjalannya persidangan tentu pengadilan yang adalah rumah dalam proses ini harus kita beritahu, kita informasikan," katanya.

"Dan apa harapan-harapan yang kita bisa koordinasikan agar berjalan dengan baik penanganan kasus ini karena kami Komisi Kejaksaan bertekad agar pengawasan terhadap kasus ini berjalan dengan profesional, akuntabel, dan transparan," sambungnya.

Barita mengungkapkan 5 orang komisioner Komjak yang akan melakukan pengawasan itu adalah Babul Khoir Harahap selaku Wakil Ketua komjak, dan Komisioner Komjak lainnya Resi Anna Napitupulu, Bhatara Ibnu Reza, Bambang Widarto dan Andi Nurwinah.

"Kami tentu dalam rapat kami sudah memutuskan akan ada 5 orang komisioner yang akan ditugaskan untuk melakukan pemantauan langsung. Jadi mendengar, melihat sebagai bahan bahan penting bagi kami untuk memberikan catatan atau hal-hal yang dirasakan masyarakat perlu untuk ditindaklanjuti komisi," tuturnya.

Barita menilai proses penanganan pra penuntutan kasus Ferdy Sambo dkk dari mulai SPDP, berkas dinyatakan lengkap P21 hingga pelimpahan tahap 2 dia nilai sudah sesuai prosedur KUHAP dan profesional.

"Kita harapkan dalam proses selanjutnya hal-hal seperti itu terukur, transparan, profesional, juga akan menjadi bagian penting dari penanganan perkara ini," katanya.

Diketahui Kejagung akan melimpahkan berkas dakwaan tersangka pembunuhan Brigadir Yosua, Ferdy Sambo dkk hari ini ke PN Jaksel. Selanjutnya Ferdy Sambo dkk akan segera diadili.

"Ya hari ini sesuai dijadwalkan Pak Jampidum," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana saat dihubungi detikcom, Senin (10/10).

Meski begitu, belum diketahui kapan waktu pelimpahan tersebut. Ia mengatakan pihak jaksa penuntut umum masih mempersiapkan administrasi pelimpahan berkas dakwaan tersebut.

"Belum ditentukan waktunya masih dipersiapkan administrasi dan koordinasinya sama Panitera PN Selatan," ujarnya.



Simak Video "Kuat Ma'ruf: Demi Allah Saya Bukan Orang Sadis yang Membunuh Orang Baik!"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)