Pengacara Sindir Permintaan Maaf Sambo ke Ortu Yosua Sudah Terlambat

Berita Nasional

Pengacara Sindir Permintaan Maaf Sambo ke Ortu Yosua Sudah Terlambat

Tim detikNews - detikSulsel
Kamis, 06 Okt 2022 08:56 WIB
Pengacara keluarga Brigadir J, Yonathan Baskoro (dok. pribadi)
Foto: Pengacara keluarga Brigadir J, Yonathan Baskoro (dok. pribadi)
Jakarta -

Pengacara Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J), Yonathan Baskoro menilai permintaan maaf Ferdy Sambo kepada orang tua (ortu) Brigadir J sudah terlambat. Yonathan menyebut permintaan maaf tersebut tidak akan mengembalikan keadaan.

"Sudah terlambat, dan kenapa baru sekarang saat akan menjalani proses pengadilan?" kata Yonathan kepada wartawan, dilansir detikNews, Rabu (5/10/2022).

Yonathan menyayangkan seandainya Sambo mengakui dan meminta maaf sejak awal maka ada peluang restorative justice. Sikap saling mengasihi menurut Yonathan wajib diterapkan kepada sesama manusia.


"Jika saja disampaikan sejak awal, mungkin kita akan membuka peluang proses Restorative Justice," bebernya.

"Tetapi, kami keluarga sebagai ciptaan Tuhan diajarkan untuk wajib mengasihi semua orang dan memaafkan sesama manusia yang telah melakukan kesalahan, meskipun kejahatannya sangat keji sekalipun," sambungnya.

Sehingga sekalipun permintaan maaf diterima saat ini, Yonathan menegaskan proses hukum akan tetap berjalan. "Namun sekalipun permintaan maaf diterima, proses hukum harus tetap berjalan terus," bebernya.

Pihaknya kemudian berharap persidangan kasus pembunuhan Brigadir J berjalan profesional. Sehingga pihaknya meminta jaksa dan hakim menjunjung integritas dalam mengadili kasus ini.

"Harapan kami, jaksa bekerja secara profesional, transparan, independen dan akuntabel. Serta menjunjung tinggi integritas kejaksaan, karena harapan keluarga dan seluruh bangsa Indonesia terhadap proses penegakan hukum di republik ini menjadi taruhannya. Serta Hakim yang akan memutus perkara ini mampu mengadili dengan yang seadil-adilnya," tukas Yonathan.

Para tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J sebelumnya telah dilimpahkan ke jaksa. Ferdy Sambo di kesempatan tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua Yosua.

Selain itu, Sambo juga menegaskan jika istrinya, Putri Candrawathi tidak bersalah. Menurut Sambo, dia emosi saat melakukan perbuatan itu karena cinta kepada istrinya.

Sambo menuturkan jika peristiwa yang terjadi di Magelang jadi penyebabnya. Atas perbuatan yang dilakukannya terhadap Yosua, Sambo mengaku menyesal.

Berikut ini pernyataan lengkap Ferdy Sambo:

Saya lakukan ini karena kecintaan saya kepada istri saya. Saya tidak tau bahasa apa yang dapat mengungkapkan perasaan, emosi, dan amarah akibat peristiwa yang terjadi di Magelang.

Kabar yang saya terima sangat menghancurkan hati saya. Saya sangat menyesal. Saya siap menjalani semua proses hukum. Istri saya tidak bersalah, dia tidak melakukan apa-apa justru dia korban.

Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang sudah terdampak atas perbuatan saya, termasuk ibu dan bapak dari Yosua.



Simak Video "Terkuak! Ferdy Sambo 'Si Pencabut Nyawa' Brigadir Yosua"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/tau)