Sekolah Enrekang Banyak Rusak, Dewan Pendidikan: Pemkab Tak Komitmen Perbaiki

Sekolah Enrekang Banyak Rusak, Dewan Pendidikan: Pemkab Tak Komitmen Perbaiki

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Kamis, 06 Okt 2022 00:15 WIB
Siswa SDN 74 Bolang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah setahun belajar di kolong rumah warga akibat gedung sekolah yang rusak karena longsor.
Foto: Rachmat Ariadi/detikSulsel
Enrekang -

Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Adi Suryadi Culla mengkritik Pemkab Enrekang yang dianggap abai memperbaiki sekolah rusak hingga ada siswa belajar di kolong rumah warga. Adi pun mempertanyakan komitmen pemerintah untuk peningkatkan mutu pendidikan.

"Siswa belajar di kolong rumah warga di Enrekang itu merupakan cerminan dunia pendidikan kita. Padahal seharusnya pendidikan itu mendapatkan prioritas, karena amanah konstitusi secara jelas bahwa tugas negara dan pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Suryadi Culla kepada detikSulsel, Rabu (5/10/2022).

Dia mengatakan Pemkab Enrekang kurang memperhatikan mutu pendidikan di pelosok. Padahal ada biaya pendidikan sebesar 20% di APBD.


"Artinya pemerintah tidak komitmen. Dalam aturan pembiayaan pendidikan APBN atau APBD itu 20% untuk pendidikan. Pemerintah perlu digugat terkait dengan amanah konstitusi itu," ucapnya.

Suryadi Culla juga menyoroti sistem Kemendikbud yang menurutnya sering membuat kebijakan yang menghambat kemajuan pendidikan nasional. Satu diantaranya, tidak ada opsi pembangunan gedung sekolah baru untuk sekolah yang tidak layak.

"Memang ada sistem yang lemah dari segi tanggung jawab terhadap pendidikan kita, dari kementerian maupun Pemda. Kemdikbud ini seringkali membuat kebijakan peningkatan mutu atau bantuan tapi tidak memperhatikan kondisi setempat. Sehingga banyak yang tidak tepat sasaran," ujarnya.

"Nah Pemkab Enrekang juga harusnya tidak boleh diam dan abai realitas pendidikan tertinggal, harus segera merespon. Perlu pendataan lebih akurat lagi, melakukan pemetaan lebih serius," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Enrekang Jumurdin mengungkapkan ada ratusan sekolah di wilayahnya yang kondisi bangunannya tidak layak. Usulan perbaikan sudah diajukan ke Kemendikbud namun sistem pengusulannya terlalu panjang dan belum tentu disetujui pusat.

"Kita akui di Enrekang ini memang masih banyak sekolah yang kurang layak. Kita sudah mendata ada ratusan. Itu meliputi SD dan SMP," kata Jumurdin kepada detikSulsel, Senin (26/9).

Dia mengatakan kendala utama selama ini untuk melakukan perbaikan gedung sekolah ada di sistem Kemendikbud. Sebab pihaknya sudah mengusulkan sekolah-sekolah yang butuh penanganan cepat namun sistem dari Kementerian Pendidikan tidak meng-cover usulan tersebut.

"Sebenarnya Pemkab tidak membiarkan kondisi sekolah seperti itu, tapi masalah utama kami ini adalah sistem Kemendikbud," terangnya.

Jumurdin, menjelaskan alur yang harus dilalui terkait pengusulan perbaikan sekolah cukup panjang dan belum tentu disetujui. Apalagi jika operator sekolah yang bersangkutan tidak jeli.

"Kami kan melakukan usulan jumlah sekolah yang butuh perbaikan dan penanganan cepat di Bappeda Enrekang. Lalu Bappeda kirim ke pusat, disinkronkanlah usulan ini ke sistem Kemendikbud. Kemendikbud sinkronkan lagi ke sistem dapodik, kalau usulan tidak sesuai dapodik biasanya mereka tidak cover. Padahal kan tidak semua operator sekolah itu jeli," imbuhnya.



Simak Video "Banjir Bandang Terjang Enrekang, Wabup Akan Relokasi Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)