Pemkab Enrekang Usul 268 SD-SMP Dapat Dana Bantuan Pembangunan dari Pusat

Pemkab Enrekang Usul 268 SD-SMP Dapat Dana Bantuan Pembangunan dari Pusat

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Selasa, 27 Sep 2022 23:39 WIB
Siswa SDN 186 Karangan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) saat sedang belajar di dalam kelas.
Foto: Rachmat Ariadi/detikSulsel
Enrekang -

Pemkab Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengusulkan 268 sekolah mendapatkan bantuan pembangunan gedung dan renovasi kelas ke Kemendikbud tahun 2023. Ratusan sekolah tersebut diusul agar mendapat dana alokasi khusus (DAK) Fisik dari pusat.

"Jadi jumlah sekolah yang diusulkan Pemkab Enrekang itu sebanyak 222 SD dan 46 SMP. Mayoritas yang diusulkan memerlukan bantuan pembangunan gedung sekolah dan renovasi ruangan," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Enrekang, Arfah Asmara kepada detikSulsel, Selasa (27/9/2022).

Arfah mengungkapkan, jumlah itu berdasarkan data yang diusul sekolah yang kemudian akan dilakukan pengecekan oleh Disdik Enrekang. Lalu Dinas Pendidikan meng-input dalam sistem yang dikembangkan Kementerian Keuangan dan Bappenas.


"Jumlah ini untuk usulan 2023 ke Kementerian, dan yang menentukan skala prioritas nanti adalah tim dari Kementerian," ungkapnya.

Sementara Kepala Disdik Enrekang, Jumurdin mengatakan rata-rata sekolah yang diusulkan memerlukan pembangunan gedung sekolah dan renovasi. Dia mencontohkan, di SDN 74 Bolang Kecamatan Alla harus ada pembangunan gedung baru.

Kemudian, SDN 186 Karangan Kecamatan Buntu Batu yang butuh penambahan kelas dan renovasi. Pasalnya hingga saat ini sekolah tersebut masih beralas tanah dan kekurangan kelas.

"Kalau saya klasifikasikan satu-satu banyak sekali. Secara umum saja seperti di SDN 186 dan SD 74 Bolang. Pokoknya pengusulan ini kita prioritaskan yang keadaannya parah, agar segera tercover Kementerian," ujar Jumurdin.

Jumurdin juga menambahkan, sekolah yang diprioritaskan mendapatkan dana DAK 2023 nanti adalah sekolah yang berada di pelosok. Di antaranya, Desa Latimojong, Karangan, Angin-angin, Rantelemo, Bungin, Nating dan Desa Parombean.

"Saya sudah turunkan tim untuk mendata sekolah yang berada di pelosok. Itu akan diprioritaskan, nanti kita antar sendiri ke Kementerian, terserah kementerian mau percaya atau tidak tapi ini harus ter-cover," tegasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Enrekang Idris Sadik prihatin atas banyaknya sekolah di Enrekang yang belum memenuhi standar pendidikan. Menurutnya pemda tidak cuma berfokus pada pembangunan fisik dan melupakan fasilitas pendidikan yang ada.

"Kondisi ini banyak kita temui kalau kita ke lapangan, memang sangat memprihatinkan. Seharusnya jangan cuma berfokus pada pembangunan fisik tetapi fasilitas pendidikan juga, karena ini menunjang masa depan anak-anak kita," pungkasnya.



Simak Video "Banjir Bandang Terjang Enrekang, Wabup Akan Relokasi Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)