Kemendikbud Anggarkan Rp 150 Juta untuk Kelas Darurat SDN 74 Bolang Enrekang

Kemendikbud Anggarkan Rp 150 Juta untuk Kelas Darurat SDN 74 Bolang Enrekang

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Senin, 03 Okt 2022 13:01 WIB
Siswa SDN 74 Bolang Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang belajar di kolong rumah warga.
Foto: Siswa SDN 74 Bolang Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang belajar di kolong rumah warga. (Rachmat Ariadi/detikSulsel)
Enrekang -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membangun kelas darurat untuk siswa SDN 74 Bolang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pihak Kemendikbud sudah meninjau lokasi dan kondisi terkini SDN 74 Bolang.

"Kemarin, kami sudah menemani pihak dari Kemendikbud untuk tinjau lokasi. Jadi rencananya akan dibangunkan kelas darurat untuk siswa SD 74 Bolang," kata Kepala Dinas Pendidikan Enrekang Jumurdin kepada detikSulsel, Senin (3/10/2022).

Jumurdin mengungkapkan anggaran yang diberikan Kemendikbud untuk membangun kelas darurat sebesar Rp 150 juta. Pihak Kemendikbud dan SDN 74 Bolang kata dia sudah menandatangani kerjasama atau MoU untuk pembangunan kelas darurat itu.


"Anggarannya Rp 150 juta. Semoga hari ini atau besok kalau uangnya sudah cair, kita langsung buat perencanaannya untuk kelas darurat anak-anak, karena Kementerian dan pihak sekolah juga sudah MoU," ungkapnya.

Kelas darurat kata Jumurdin dibangun bertujuan agar siswa SDN 74 Bolang tidak lagi belajar di kolong rumah warga. Sambil menunggu anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membangun gedung sekolah baru.

"Kelas darurat ini agar anak-anak tidak belajar di kolong rumah lagi lah, tidak efektif juga. Nah sambil menunggu DAK yang sudah kami usulkan untuk membangun gedung sekolah baru, karena gedung sekolah lamanya itu memang sudah tidak layak untuk digunakan. Pastinya untuk SDN 74 Bolang ini kita prioritaskan dapat DAK," jelas Jumurdin.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 74 Bolang Amir Bando mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah memiliki niat untuk membantu pembangunan sekolahnya. Pasalnya kata dia, siswanya mulai jenuh melakukan aktivitas belajar di kolong rumah warga.

"Jujur saja anak-anak juga sudah mulai tidak betah. Kalau sudah ada rencana itu Alhamdulillah, meski masih kelas darurat. Tapi kita harapkan tidak terlalu lama menempati kelas darurat, dan menempati gedung sekolah baru," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, siswa SDN 74 Bolang sudah setahun belajar di kolong rumah warga. Lantaran gedung sekolah lama rusak parah akibat fenomena pergeseran tanah.

Selama belajar di kolong rumah warga, siswa SDN 74 Bolang belajar dengan fasilitas seadanya. Triplek dijadikan sebagai pembatas kelas, dan tiang kayu yang berfungsi sebagai kaki rumah panggung berada tepat di tengah kelas mereka.

Ada 3 kolong rumah warga yang ditempati siswa belajar. Setiap 1 kolong rumah, ada 2 kelas yang disediakan, dengan triplek sebagai batas antar kelas.



Simak Video "Banjir Bandang Terjang Enrekang, Wabup Akan Relokasi Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)