Warga Mamuju Ditandu 1 Km ke Puskesmas, Pemkab Akui Sulit Layani Warga

Sulawesi Barat

Warga Mamuju Ditandu 1 Km ke Puskesmas, Pemkab Akui Sulit Layani Warga

Hafis Hamdan - detikSulsel
Rabu, 05 Okt 2022 23:11 WIB
Warga di Mamuju, Sulbar, ditandu untuk berobat ke puskesmas.
Foto: Warga di Mamuju, Sulbar, ditandu untuk berobat ke puskesmas. (Dok. Istimewa)
Mamuju -

Pemkab Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengakui sulit memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di Desa Kinatang lantaran akses jalan yang tidak bisa dilalui mobil. Pemkab akan menempatkan tenaga kesehatan di desa tersebut.

"Memang sulit aksesnya disana itu (Desa Kinatang), kalau melalui darat motor ji yang bisa masuk, sementara lewat sungai pakai perahu ketinting, akhirnya kesulitan warga kalau mau berobat," kata Wakil Bupati Mamuju Ado Mas'ud kepada detikcom, Rabu (5/10/2022).

Ado mengatakan akan mengusahakan membuka akses jalan untuk kendaraan roda empat ke Desa Kinatang. Dia mengaku telah melihat langsung kondisi jalan di desa tersebut.


"Saya sering kesana lihat langsung kondisi jalan juga dan memang sulit, motorji yang masuk. Makanya kita minta ke Dinas PU (Pekerjaan Umum) untuk mengkroscek dulu, memastikan apakah anggaran di tahun depan bisa masuk," ujarnya.

Ia juga mengusulkan sebagai solusi sementara agar tenaga medis dapat ditempatkan di desa tersebut. Mengingat jarak tempuh warga untuk sampai ke puskesmas cukup jauh.

"Jadi sementara untuk mengantisipasi jika ada orang mau melahirkan, kecelakaan, maupun orang sakit harus ada tenaga medis disana (Desa Kinatang)," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga di Desa Kinatang, Mamuju Ardin Limpa (35) ditandu hingga menyeberangi sungai dengan perahu kecil untuk bisa berobat ke puskesmas yang berjarak 21 kilometer. Ardin dibopong warga lantaran akses jalan yang sulit menuju puskesmas terdekat di wilayah tersebut.

"Kita tandu ke sungai dulu sekitar 1 kilometer baru naik perahu sekitar 1 jam lebih juga, jaraknya 20 kilometer dari sungai naik ketinting (perahu) sampai puskesmas," ungkap Nelson, keluarga korban yang ikut menandu, Rabu (5/10).

Nelson mengatakan, Ardin harus dirawat ke puskesmas usai lehernya luka saat mengerjakan mata panah ikan menggunakan mesin gerinda di kediamannya di Desa Kinatang, Kecamatan Bonehau, pada Selasa (4/10) sore. Nahas, mata gerinda yang dipakai terlepas hingga mengenai leher sampai mengalami pendarahan parah.



Simak Video "Banjir 3 Meter Rusak Rumah Warga di Polman, Ada yang Sampai Roboh"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/nvl)