Kian Ramai Simpatisan Lukas Enembe, Dianggap Tak Mengganggu-Cuma Jaga Rumah

Papua

Kian Ramai Simpatisan Lukas Enembe, Dianggap Tak Mengganggu-Cuma Jaga Rumah

Tim detikcom - detikSulsel
Rabu, 05 Okt 2022 08:30 WIB
Suasana di kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe.
Foto: Suasana kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe. (Andi Nur Isman/detikcom)
Jayapura -

Rumah Gubernur Papua Lukas Enembe di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, masih ramai massa simpatisannya. Namun kehadiran massa simpatisan tersebut dianggap tidak mengganggu ketertiban umum lantaran hanya menjaga rumah.

"Situasi aman, semua berjalan, perekonomian, tidak mengganggu. Memang nggak ganggu mereka. Cuma jaga rumah," beber Wakapolda Papua Brigjen Ramdani Hidayat kepada detikcom, Selasa (4/10/2022).

Massa simpatisan diketahui mulai memadati rumah pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe sejak ditetapkan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Rumah Lukas Enembe pun tidak pernah sepi di tengah isu penjemputan KPK.


"Memang ada yang jaga, kekuatannya atau apa, dari pihak Polri belum tahu," urai dia.

Meski kondisi dipastikan masih aman dan kondusif, Brigjen Ramdani memastikan polisi di Jayapura terus melakukan patroli. Para petugas disiagakan di sekitar kediaman Lukas Enembe.

"Polresta Jayapura Kota selain melakukan patroli secara intensif di sekitaran warga baik yang berada di Distrik Muara Tami maupun di Kota Jayapura aman dan kondusif," tegas Brigjen Ramdani.

Situasi kondusif ini diharapkan bisa terus terjaga. Masyarakat di Papua akan dipastikan dalam kondisi aman.

"Kami berharap kondusivitas ini bisa dihadirkan oleh seluruh masyarakat di Tanah Papua. Jaga kondusivitas, ketentraman dan kedamaian," imbuhnya.

Lukas Enembe Dilarang Keluar Rumah

Gubernur Papua Lukas Enembe menjelaskan kondisi kesehatannya kepada awak media. Ia menyebutkan kesehatannya sedang menurun, bahkan bisa strok sewaktu-waktu.Gubernur Papua Lukas Enembe menjelaskan kondisi kesehatannya kepada awak media. Ia menyebutkan kesehatannya sedang menurun, bahkan bisa strok sewaktu-waktu. Foto: Andi Nur Isman/detikcom

Brigjen Ramdani mengakui Lukas Enembe pun tidak pernah keluar rumah. Gubernur Papua tersebut dianggap sebagai kepala suku, sehingga secara adat dianggap tidak bisa keluar dari kawasan.

"Pihak dari keluarga gubernur menyampaikan tidak boleh keluar dari daerah itu. Dia secara adat. Kan ini kepala suku besar," beber Brigjen Ramdani.

Diketahui Gubernur Papua Lukas Enembe sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK. Polri pun menyiagakan 1.800 personel untuk mengawal KPK melakukan penjemputan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi tersebut.

Sementara Gubernur Papua Lukas Enembe beralasan tidak bisa memenuhi panggilan karena strok. Kondisinya sedang tidak stabil dan tensi rawan kambuh.

"Tensi naik, dioperasi. Saya operasi jantung, bocor. Operasi kemarin tetap operasi kembali," ungkap Lukas di kediamannya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Jayapura kepada wartawan, Sabtu (1/10).

Lukas menyampaikan bahwa sakit yang dideritanya sewaktu-waktu bisa saja kambuh. Jika emosinya tak terkendali, dia mengaku bisa strok sewaktu-waktu.

"Saya bilang kalau tensi naik itu saya strok," ungkapnya.



Simak Video "Paulus Waterpauw Polisikan Pengacara Lukas Enembe!"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)