Siap Siaga 1.800 Personel Polisi di Papua Bantu KPK Jemput Lukas Enembe

Papua

Siap Siaga 1.800 Personel Polisi di Papua Bantu KPK Jemput Lukas Enembe

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 04 Okt 2022 06:17 WIB
Wakapolda Papua Brigjen Ramdani Hidayat
Wakapolda Papua Brigjen Ramdani Hidayat. Foto: Andi Nur Isman/detikcom
Jayapura -

Sebanyak 1.800 personel kepolisian sudah disiapkan di Papua untuk membackup KPK dalam melakukan penjemputan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe. Penjemputan itu terkait statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi.

"Ya ada dong (1.800 personel), ada. Jadi kan semua pasti perlu perencanaan. Enggak bisa langsung tiba-tiba kita minta (diminta) bantuan," ungkap Wakapolda Papua Brigjen Ramdani Hidayat kepada wartawan di Mako Brimob Polda Papua di Jayapura, Senin (3/10/2022).

Brigjen Ramdani menyampaikan 1.800 personel itu sudah siap diturunkan jika sewaktu-waktu diminta melakukan pengamanan. Hal ini disebutnya sebagai upaya untuk menciptakan rasa aman di daerah konflik.


"Suatu daerah yang mengalami konflik itu semua menginginkan masyarakat dalam keadaan aman lah. Aman nyaman, kalau aparatnya juga sudah siap semua," kata dia.

Dalam melakukan pengamanan konflik, Ramdani juga mengaku butuh persiapan yang matang. Dia mengaku akan menyampaikan perkembangannya secara terbuka.

"Kita rencanakan dan kita persiapkan secara matang. Untung ruginya kita sampaikan semua," tambahnya.

Kaporli Siap Backup KPK

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan ada 1.800 personelnya di Papua yang disiagakan terkait penjemputan Lukas Enembe oleh KPK. Sigit mengatakan pihaknya siap melakukan backup jika diminta.

"Terkait dengan kasus Lukas Enembe. Kami telah menyiapkan 1.800 personel di Papua. Dan kami siap untuk membackup apabila memang KPK meminta," kata Kapolri dalam konferensi di Mabes Polri dilansir dari detikNews, Jumat (30/9).

Sigit menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh pemberantasan korupsi.

"Tentunya kami juga mendukung penuh pemberantasan korupsi," ungkapnya.

Sekadar diketahui, Lukas Enembe terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua. PPATK menemukan sejumlah transaksi terkait Lukas Enembe ke sejumlah rekening judi kasino di beberapa negara.

Hingga kini, Lukas Enembe masih belum memenuhi panggilan KPK karena alasan sakit. Sementara, kediaman Lukas Enembe masih dijaga ketat simpatisan.



Simak Video "'Sambutan' Massa di Luar Rumah Lukas Enembe Saat Didatangi Ketua KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/hsr)