Dokter Pribadi Ungkap Kondisi Lukas Enembe, Belum Stabil-Siagakan Alat Medis

Papua

Dokter Pribadi Ungkap Kondisi Lukas Enembe, Belum Stabil-Siagakan Alat Medis

Andi Nur Isman - detikSulsel
Senin, 03 Okt 2022 20:49 WIB
Dokter pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe, Anton T Mote.
Foto: Dokter pribadi Lukas Enembe, Anton T Mote. (Andi Nur Isman/detikSulsel)
Jayapura -

Dokter pribadi Lukas Enembe di Jayapura, Anton T Mote mengungkapkan kondisi kesehatan Gubernur Papua tersebut hingga kini masih belum stabil. Saat ini alat medis kegawatdaruratan disebutnya sudah disiagakan di kediaman Lukas Enembe.

"Tadi pagi saya juga sudah menyampaikan kepada dokternya di Singapura, kemudian mereka sudah melakukan koordinasi dengan hasil-hasil yang saya sampaikan ke sana," kata Anton kepada wartawan di RSUD Jayapura, Senin malam (3/10/2022).

"Dan beberapa akses yang diberikan kepada kami untuk melakukan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan untuk laboratorium yang terkait dengan pemeriksaan-pemeriksaan jantung," sambungnya.


Anton mengatakan telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Lukas Enembe di kediamannya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, sore tadi. Pemeriksaan dilakukan di kediaman Lukas Enembe karena sulit mendapatkan izin keluar dari keluarga dan masyarakat.

"Pemeriksaan sudah kami lakukan di rumah di Koya, karena kami agak kesulitan kalau membawa beliau keluar. Karena dihadang oleh keluarga dan massa yang masih menumpuk di depan pagar," ungkap Direktur RSUD Jayapura itu.

Hasil elektrokardiogram (EKG) Lukas Enembe juga disebut sudah dilaporkan kepada dokternya di Singapura. Kemudian ada sampel darah yang dikirimkan ke Jakarta dan mesti menunggu hasilnya dalam beberapa hari ke depan.

"Hasilnya darahnya karena ada beberapa pemeriksaan yang tidak bisa kami lakukan di sini makanya kami harus menunggu satu dua hari ke depan, baru kami bisa akan dapat juga hasil darahnya. Selanjutnya kita akan laporkan ke dokternya di Singapura," terangnya.

Anton mengemukakan, saat ini tensi darah Lukas Enembe tidak stabil akibat mengalami kebocoran jantung dan melakukan operasi di Singapura. Berdasarkan hasil pantauannya, tensi tertinggi mencapai 190.

"Memang dikhawatirkan dari hasil pantauan tensi yang tidak stabil, naik dari 150, naik terus sampai 190, 180, ini membuat tensi yang tidak stabil," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.