Kerap Diejek, Pelajar SMP di Polman Buang Gengsi Bantu Ortu Jual Sayur

Sulawesi Barat

Kerap Diejek, Pelajar SMP di Polman Buang Gengsi Bantu Ortu Jual Sayur

Abdy Febriady - detikSulsel
Selasa, 04 Okt 2022 20:01 WIB
Haikal (14), pelajar SMP di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) kerja keras membantu orang tuanya berjualan sayur hingga jadi buruh angkut di pasar.
Foto: Abdy Febriady/detikcom
Polewali Mandar -

Haikal (14), pelajar SMP di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) kerja keras membantu orang tuanya berjualan sayur hingga jadi buruh angkut di pasar. Haikal tak peduli omongan orang lain atas aktivitas yang dilakukan meski sering mendapat olokan dari temannya.

"Biasa sedih, karena diejek temannya, tapi dia (Haikal) tidak pedulikan," ungkap ibu Haikal, Husni (43) kepada detikcom, Selasa (4/10/2022).

Husni mengaku, upaya Haikal meringankan beban kedua orang tua dengan ikut bekerja atas keinginan sendiri. Orang tua tidak pernah memaksa anaknya untuk turut membantu.


Keinginan Haikal untuk ikut berjualan dikatakan sejak ibunya dalam kondisi sakit. Haikal pun merasa iba hingga membantu ibunya mencari nafkah.

"Dia (Haikal) kasihan sama saya, kan saya pernah sakit, jadi anak saya bilang, nanti bantu saya berjualan," bebernya.

Menurut Husni, sepulang sekolah Haikal lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan di masjid. Sebab setelah sore hari, Haikal kembali membantunya mengumpulkan sayur untuk dijual.

"Kalau pulang sekolah, dia istirahat dulu di rumah baru pergi ambil sayuran, sering juga ke masjid," imbuhnya.

Sementara Haikal mengatakan, dirinya tidak hanya berjualan sayur keliling untuk membantu orang tuanya. Dia juga membantu ayahnya di pasar dengan menjadi buruh pengangkut barang sepulang sekolah.

"Terkadang kalau hari libur atau sepulang sekolah, saya juga bantu bapak, untuk angkat barang para pedagang di pasar," ungkap Haikal.

Menurut Haikal, ayahnya yang berprofesi sebagai pengemudi becak motor (bentor) kerap tidak pulang ke rumah lantaran harus bekerja keras mencari nafkah, termasuk menjadi buruh. Itu sebabnya dirinya merasa prihatin dan berupaya meringankan beban sang ayah.

"Ya terkadang (ayah) tidak pulang ke rumah, karena cari penumpang dan harus angkat barang, makanya biasa saya susul untuk membantu agar lebih ringan kerjanya dan cepat selesai," tuturnya.

Haikal mengaku tidak pernah merasa malu apalagi mengeluh atas apa yang dijalaninya. Sebaliknya, remaja yang saat ini duduk di bangku kelas III SMP itu mengaku bahagia dapat meringankan beban kedua orang tuanya.

"Saya senang, karena bisa berbuat untuk membantu kedua orang tua, saya justru sedih, ketika melihat kedua orang tua yang harus bekerja keras tanpa mengenal waktu, makanya saya ingin meringankan beban keduanya," tandas remaja yang bercita-cita menjadi seorang polisi itu.

Untuk diketahui, seorang pelajar SMP di Polman setiap hari berjualan sayur keliling sebelum berangkat ke sekolah. Dirinya rela berjalan kaki sejauh ratusan meter sambil menjajakan sayur jualannya untuk membantu sang ibu.

Kisah ini dijalani Haikal anak bungsu dua bersaudara dari pasangan Husni (43) dan Abdul Latih (60). Dia merupakan warga Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli, Polman.

"Saya kasihan lihat mama, saya takut kalau mama kelelahan soalnya harus mendorong (gerobak)," kata Haikal.



Simak Video "Banjir 3 Meter Rusak Rumah Warga di Polman, Ada yang Sampai Roboh"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)