Pria di Polman Sukses Berdayakan Warga Produksi Gula Aren, Sempat Dikira Gila

Sulawesi Barat

Pria di Polman Sukses Berdayakan Warga Produksi Gula Aren, Sempat Dikira Gila

Abdy Febriady - detikSulsel
Kamis, 29 Sep 2022 03:31 WIB
Rusni Hasri (55), pria di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) berhasil memberdayakan warga di wilayahnya untuk memproduksi gula cair dan gula semut dari tanaman aren.
Foto: Pengusaha gula aren di Polman, Rusni Mahari. (Abdy Febriady/detikcom)
Polewali Mandar -

Rusni Hasri (55), pria di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) berhasil memberdayakan warga di wilayahnya untuk memproduksi gula cair dan gula semut dari tanaman aren. Kesuksesannya memproduksi gula aren awalnya diragukan warga, bahkan sempat dikira gila.

"Sudah ada sepuluh kelompok yang terbentuk, masing-masing kelompok anggotanya 25 orang, semuanya petani aren yang juga saya ajak untuk membuat gula," kata Rusni Hasri, saat dijumpai wartawan di lokasi pameran UMKM Kawasan Taman Budaya Buttu Ciping, Polman, Selasa (27/9/2022).

Rusni mengatakan budidaya tanaman aren sudah tujuh tahun dia geluti. Awalnya dari keprihatinan melihat banyak warga di kampung halamannya yang terlunta-lunta mencari kerja hingga harus merantau.


"Kalau (budidaya) aren sudah memasuki tahun ketujuh. Awalnya saya prihatin melihat banyak perantau yang dipulangkan karena tidak ada kerjaan jelas, saya sedih melihat mereka pergi mencari sesuap nasi, sedangkan di kampung banyak potensi yang tidak mendapat perhatian," ungkap pria satu anak ini.

Rusni mengaku upayanya mengajak warga membudidayakan tanaman aren tidak berjalan mudah. Selain dicemooh, tidak sedikit warga menganggapnya gila.

"Sempat (warga) mengatakan saya gila, mereka katanya kasihan mendengar saya bercerita soal aren yang selama ini dianggap tidak punya nilai," tuturnya.

Meski begitu, Rusni tidak menyerah. Seiring berjalannya waktu, pria asal Desa Mombi, Kecamatan Alu ini akhirnya sukses menjawab keraguan warga. Bahkan sudah banyak warga yang mulai ikut membudidayakan tanaman aren.

"Sekarang warga sudah mulai bersemangat menanam aren, sejak proses budidaya dilakukan secara berkelompok, sudah ada peningkatan sekira 25 hektare lahan untuk aren," bebernya.

Salah satu cara yang dilakukan Rusni untuk meyakinkan warga dengan memperkenalkan pengolahan air aren menjadi gula cair dan gula semut.

"Idenya itu berawal ketika ibu di rumah kesulitan menghaluskan gula merah batok untuk membuat kue, saya akhirnya terpikir untuk membuat gula cair dan gula semut, kemudian dimasukkan ke dalam wadah," imbuhnya.

Dia tidak menyangka produksi gula cair dan gula semut yang awalnya dibuat untuk kebutuhan sendiri mendapat respon baik oleh warga termasuk para pembuat gula batok. Apalagi permintaan banyak dan ada juga datang dari luar daerah.

"Ternyata mendapat respon bagus dari pasar, akhirnya saya mulai dimintai untuk melatih dan memberikan penyuluhan kepada warga, termasuk produksi gula cair dan gula semut," tandas Rusni.

Diakui Rusni, ilmu budidaya serta mengolah aren menjadi gula cair dan gula semut awalnya diperoleh secara autodidak. Setelah itu dirinya kerap mengeluarkan biaya dari kantong sendiri untuk mengikuti sejumlah pelatihan.

Upayanya memperkenalkan tanaman aren yang disebut-sebut sebagai emas hijau tidak hanya dilakukan di sekitar tempat tinggalnya, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah.

"Bahkan saya pernah naik motor pulang balik hingga Manado selama delapan hari, hanya untuk mengajak para kepala dinas untuk membudidayakan aren, karena tanaman ini memiliki potensi menjadi tanaman konservasi serta peningkatan ekonomi rakyat," imbuhnya.



Simak Video "Banjir 3 Meter Rusak Rumah Warga di Polman, Ada yang Sampai Roboh"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)