Tokoh Agama Papua Duga Simpatisan Lukas Enembe Disusupi Pejabat Korupsi

Papua

Tokoh Agama Papua Duga Simpatisan Lukas Enembe Disusupi Pejabat Korupsi

Andi Nur Isman - detikSulsel
Senin, 03 Okt 2022 20:06 WIB
Tokoh agama Papua Ismail Asso.
Foto: Tokoh agama Papua Ismail Asso. (dok. istimewa)
Jayapura -

Tokoh agama Papua, Ismail Asso menduga simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe disusupi sejumlah orang yang memanfaatkan situasi. Mereka dicurigai merupakan oknum pejabat yang terlibat praktik korupsi di Papua.

"Orang yang lebih banyak sekarang kumpul di sekeliling Pak Lukas Enembe ada yang murni memang karena kemanusiaan. Tapi juga ada orang-orang yang memang takut karena mereka juga ikut melakukan kegiatan praktik yang sifatnya korupsi," kata Ismail Asso kepada detikcom, Senin (3/10/2022).

Dia juga menduga oknum tersebut yang berupaya memprovokasi simpatisan Lukas Enembe. Mereka memanfaatkan simpatisan yang memang murni mendukung Lukas Enembe karena alasan kemanusiaan.


"Bisa jadi (memprovokasi), kelompok-kelompok itu ada yang murni dengan kemanusiaan. Banyak, banyak (yang terlibat korupsi). Betul. Justru mereka itulah," ucap Ismail Asso.

"Coba bayangkan saja berapa triliunan nilainya itu. Nah itulah yang mereka memanfaatkan selama ini. Dan saya pikir mereka ini gabung di dalam itu. Sehingga ingin memprovokasi melalui media," sambungnya.

Menurutnya, kasus Lukas Enembe ini sejatinya bisa menjadi pintu masuk bagi KPK untuk mengungkap praktik-praktik korupsi di Papua. Terutama dalam menelusuri aliran dana otonomi khusus yang digunakan di Papua.

"Nah ini kan pintu masuk untuk mengungkap semua praktik korupsi yang pernah terjadi. Para bupati, wali kota, dan sebagainya," papar pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Firdaus Koya Jayapura itu.

"Jadi keseluruhan yang ada, penggunaan dana otonomi khusus yang kemudian beberapa triliun pernah dicairkan, larinya ke mana," lanjutnya.

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir simpatisan Lukas Enembe terus melakukan penjagaan ketat di kediamannya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua. Hal ini menyusul adanya isu penjemputan paksa yang akan dilakukan KPK.

Sementara, Lukas Enembe mengaku kondisi kesehatannya masih menurun sejak beberapa bulan terakhir. Dia bahkan sudah empat kali mengalami gejala strok sejak 2019 lalu.



Simak Video "'Sambutan' Massa di Luar Rumah Lukas Enembe Saat Didatangi Ketua KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)