Kapolri Copot Kapolres Malang Buntut Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan

Kapolri Copot Kapolres Malang Buntut Tragedi Kanjuruhan

Tim detikNews - detikSulsel
Senin, 03 Okt 2022 18:58 WIB
Polisi mengevakuasi mobil yang rusak akibat kerusuhan di lapangan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). Kerusuhan yang terjadi di stadion tersebut menyebabkan 13 unit mobil rusak, 10 unit diantaranya mobil polisi dan tiga unit mobil pribadi. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/nym.
Foto: ANTARA FOTO/ZABUR_KARURU
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat buntut tragedi Kanjuruhan, di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ferli Hidayat dimutasi ke Pamen SDM Polri.

"Menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang," kata Kadiv Humas Irjen Dedi Prasetyo dikutip dari detikNews, Senin (3/10/2022).

Jabatan Kapolres Malang kini diisi oleh AKBP Putu Kholis Aryana. Sedangkan Ferli Hidayat selanjutnya dimutasikan sebagai Pamen SDM Polri.


"AKBP Putu Kholis yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya," ujar Dedi.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md meminta Polri mengumumkan tindakan penertiban dan penegakan hukum terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Dia meminta Polri menegakkan disiplin kepada pejabat Polri.

"Penegakan disiplin kepada pejabat struktural Polri di daerah terjadinya peristiwa," kata Mahfud dalam jumpa pers daring di kanal YouTube Kemenko Polhukam RI.

Mahfud meminta Polri melakukan evaluasi terhadap pejabat di Jawa Timur buntut insiden Kanjuruhan yang menyebabkan 125 orang tewas.

"Polri juga diminta melakukan evaluasi terhadap semua jabatan di Provinsi Jawa Timur. Itu tadi keputusannya," katanya.

Secara garis besar, Mahfud menyampaikan dua poin kepada Polri. Satu poin lain ialah dia meminta Polri segera menyampaikan pihak yang menjadi tersangka.

"Penetapan status tersangka kepada pelaku-pelaku kerusuhan lapangan yang sudah cukup 2 alat bukti," tuturnya.



Simak Video "Survei Siapa Paling Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan: Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)