2 Bidan di Kendari Bantu Siswi SMA Aborsi Jadi Tersangka

Sulawesi Tenggara

2 Bidan di Kendari Bantu Siswi SMA Aborsi Jadi Tersangka

Hasrul - detikSulsel
Senin, 03 Okt 2022 18:15 WIB
Mother and child. Wooden figure on brown paper background. Pregnancy, abortion or adoption concept.
Foto: Getty Images/iStockphoto/maurusone
Kendari -

Dua bidan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial SS (34) dan WA (24) ditetapkan sebagai tersangka kasus aborsi. Keduanya membantu seorang pelajar SMA melakukan aborsi karena hamil diluar nikah.

"Dia bukan bidan puskesmas, hanya buka praktek bermodalkan ijazah kemudian terima-terima pasien," kata Kapolsek Mandonga Kompol Salman ketika dikonfirmasi detikcom, Senin (3/10/2022).

Salman membeberkan kasus aborsi pelajar SMA tersebut terbongkar pada Kamis (29/9). Saat itu warga di Jalan Mekar Jaya 1, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kendari melihat ada gundukan tanah.


"Awalnya warga melihat ada gundukan tanah mencurigakan, warga mencoba menggali rupanya isinya janin perempuan dalam kondisi sudah meninggal," terangnya.

Mendapat laporan dari warga, tim dari Polsek Mandonga lalu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan awal terhadap saksi. Salman mengatakan saksi awal menyebutkan dia melihat pemilik tanah datang membawa sekop.

"Kebetulan saksi di TKP itu ada melihat pemilik tanah yang datang kesitu mencurigakan membawa sekop, dari situlah baru kita amankan ibunya," ujarnya.

Selanjutnya Polsek Mandonga mengamankan NR (15) pelajar SMA yang hamil di luar nikah, YD (17) yang menghamili NR, NUR (35) orang tua NR dan AS (28) yang membantu menguburkan janin.

"Setelah itu dia (NUR) akui tadi dia datang dengan adiknya (NR) yang punya janin itu, jadi awalnya 3 orang kita amankan," terangnya.

Salman menambahkan usai dilakukan pengembangan pihaknya kembali mengamankan dua orang bidan yang membantu NR aborsi yakni SS (34) dan WA (24).

Atas perbuatannya, NR dikenakan pasal 346 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan pasal 194 Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Sementara itu NUR, AS, SS dan WA dikenakan pasal 194 Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Untuk YD dikenakan pasal 194 Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.



Simak Video "Jokowi Tegaskan Dalam 2 Tahun RI Tak Lagi Impor Aspal"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)