Pengakuan Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK gegara Strok Tak Biasa

Papua

Pengakuan Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK gegara Strok Tak Biasa

Tim detikcom - detikSulsel
Minggu, 02 Okt 2022 07:33 WIB
Suasana di kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe.
Suasana di kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe (Foto: Andi Nur Isman/detikcom)
Papua -

Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku penyakit strok tidak biasa yang dideritanya membuatnya tidak bisa memenuhi panggilan KPK di Jakarta. Lukas bahkan mengatakan jantungnya bocor hingga beberapa kali menjalani operasi.

"Tensi naik, dioperasi. Saya operasi jantung, bocor. Operasi kemarin tetap operasi kembali," ungkap Lukas di kediamannya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Jayapura kepada wartawan, Sabtu (1/10/2022).

Lukas Enembe juga mengaku jika kondisi kesehatannya terus menurun hingga dia tidak bisa berdiri lama. Dia pun menegaskan bahwa sakit yang dideritanya tidak main-main.


"Belum bisa (berdiri lama), kalau pelan-pelan bisa. Ini stroke, mati, bukan main-main," terangnya.

Dia juga menambahkan bahwa sakit yang dideritanya sewaktu-waktu bisa saja kambuh. Pemicunya saat dia marah-marah atau emosi yang menyebabkan tensinya naik.

"Kalau saya emosian, mau marah-marah itu tensi naik, jadi saya tahan-tahan ini," ucapnya kepada wartawan.

Lukas menyampaikan tensi darahnya sedang tidak stabil saat ini. Jika emosinya tak terkendali, dia mengaku bisa strok sewaktu-waktu.

"Saya bilang kalau tensi naik itu saya strok," ungkapnya.

KPK Minta Lukas Enembe Kooperatif

KPK kembali melayangkan surat panggilan untuk Gubernur Papua Lukas Enembe dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua. KPK pun berharap Lukas Enembe bersikap kooperatif.

"Sejauh ini kami akan segera kirimkan kembali surat panggilan kedua sebagai tersangka," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan seperti dilansir dari detikNews, Kamis (29/9).

Ali tidak membeberkan kapan surat pemanggilan kedua itu dilayangkan ke pihak Lukas Enembe. Begitu juga dengan jadwal pemanggilan untuk Lukas Enembe.

"Mengenai waktu pemanggilannya kami akan infokan lebih lanjut," jelasnya.

Ali mengimbau kepada Lukas Enembe untuk dapat memenuhi panggilan keduanya sebagai tersangka. Dia berharap Lukas Enembe bersikap kooperatif.

"Kami berharap kesempatan kedua bagi tersangka ini, nantinya dapat kooperatif hadir memenuhi panggilan," tegas Ali.



Simak Video "'Sambutan' Massa di Luar Rumah Lukas Enembe Saat Didatangi Ketua KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/tau)