Permandian Air Panas di Polman, Dipercaya Obati Berbagai Penyakit

Sulawesi Barat

Permandian Air Panas di Polman, Dipercaya Obati Berbagai Penyakit

Abdy Febriady - detikSulsel
Sabtu, 01 Okt 2022 01:25 WIB
Permandian air panas bernama Uwai Makula di Polwesi Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Foto: Abdy Febriady/detikcom
Polewali Mandar -

Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) memiliki beragam potensi wisata alam salah satunya tempat permandian air panas bernama Uwai Makula. Permandian ini diyakini dapat mengobati berbagai jenis penyakit.

"Kalau akhir pekan banyak pengunjung dari luar daerah, mereka kesini untuk terapi, mereka yakin air panas di tempat ini berkhasiat mengobat berbagai penyakit, seperti gatal-gatal, rematik, bahkan pernah ada orang lumpuh, rutin ke sini untuk berendam akhirnya bisa jalan," kata salah satu warga, Burhan (50) kepada wartawan, Jumat (30/9/2022).

Permandian ini berada di Dusun Pallembongan, Desa Batupanga Daala, Kecamatan Luyo. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari Kecamatan Polewali yang merupakan ibukota Kabupaten Polewali Mandar.


Tempat ini dapat dijangkau baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Sumber mata air panas ini berada di areal perkebunan warga, tepat di sisi jalan penghubung antar desa.

Bau belerang terasa cukup menyengat saat berada di tempat ini. Karena berada di alam terbuka dan dikelilingi pepohonan, membuat udara di tempat ini terasa sejuk sehingga cocok dimanfaatkan sebagai tempat merelaksasi diri.

Di tempat ini, ada tiga kolam dengan ukuran berbeda-beda. Satu kolam berukuran sekira 1x1 meter yang sekelilingnya telah diberi tembok, merupakan pusat sumber mata air panas, yang kemudian dialirkan menuju dua kolam lainnya, masing-masing berukuran 2x3 meter dan 3x7 meter.

Pada kolam berukuran 2x3 meter, dimanfaatkan warga untuk mandi menggunakan gayung. Sementara kolam berukuran 3x7 meter yang bentuknya menyerupai kolam renang dimanfaatkan warga untuk berendam. Sayangnya kolam yang dimanfaatkan warga untuk berendam tampak tidak terawat.

Diakui Burhan sumber mata air panas Uwai Makula selalu ramai pengunjung. Warga berdatangan mulai subuh hingga petang.

"Jam empat subuh sudah banyak ibu-ibu yang datang kesini untuk mandi, lebih ramai lagi kalau sore, biasanya ramai sampai malam hari," ungkapnya.

Meski tidak mengetahui secara pasti berapa suhu air di tempat ini, Burhan membeberkan air panas yang terus keluar dari kolam berukuran 1x1 meter dapat membuat sebutir telur matang dalam waktu beberapa menit saja.

"Kalau panasnya kita tidak bisa pastikan, tapi kalau yang di kolam kecil (1x1) itu airnya sangat panas, kalau telur kita masukkan bisa matang dalam waktu singkat," tuturnya.

"Bahkan kadang kalau waktu-waktu tertentu, biasanya jam sembilan pagi, air yang keluar dan mengalir ke setiap kolam itu terasa sangat panas, terkadang kita tidak tahan dengan panasnya," sambung Burhan meyakinkan.

Berdasarkan cerita dari para orang tua, Burhan menyebut jika dahulu kala sumber mata air panas di tempat ini pernah mengering. Akibatnya banyak warga yang mengungsi karena takut terjadi musibah.

"Entah benar atau tidak, diceritakan kalau air panas di tempat ini kembali muncul setelah dilakukan ritual hingga menyembelih seekor kambing, setelah itu, warga yang sempat mengungsi kembali pulang," tutupnya.

Warga lain bernama Kunding mengaku rutin berkunjung ke tempat ini untuk berendam. Diakui, tubuhnya terasa segar usai berendam menggunakan air panas di tempat ini.

"Saya rata-rata setiap minggu ke sini untuk berendam, apalagi kalau badan terasa pegal-pegal pasti langsung ke sini. Alhamdulillah, setelah berendam di sini, seluruh badan rasanya segar kembali," pungkas Kunding.



Simak Video "Banjir 3 Meter Rusak Rumah Warga di Polman, Ada yang Sampai Roboh"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)