Kapolri Siagakan 1.800 Personel di Papua Backup KPK Jemput Lukas Enembe

Papua

Kapolri Siagakan 1.800 Personel di Papua Backup KPK Jemput Lukas Enembe

Tim detikNews - detikSulsel
Jumat, 30 Sep 2022 18:07 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (YouTube Polri TV Radio)
Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (YouTube Polri TV Radio)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan siap membackup KPK dalam melakukan penjemputan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe yang terjerat kasus korupsi. Sigit mengatakan telah menyiapkan 1.800 personelnya di Papua.

"Terkait dengan kasus Lukas Enembe. Kami telah menyiapkan 1.800 personel di Papua. Dan kami siap untuk membackup apabila memang KPK meminta," kata Kapolri dalam konferensi di Mabes Polri, dilansir dari detikNews, Jumat (30/9/2022).

Sigit menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh pemberantasan korupsi.


"Tentunya kami juga mendukung penuh pemberantasan korupsi," ungkapnya.

Sebagai informasi, Lukas Enembe terjerat kasus dugaan korupsi di KPK. PPATK menemukan sejumlah transaksi terkait Lukas Enembe ke sejumlah rekening judi kasino di beberapa negara. Meski demikian Lukas Enembe belum memenuhi panggilan KPK dengan alasan sakit.

Rumah Lukas Enembe Selalu Ramai

Massa simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe menggelar unjuk rasa belum lama ini usai Lukas ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Sejak ditetapkan tersangka, rumah Lukas Enembe kerap dipadati oleh massa simpatisannya.

"Rumah Lukas Enembe itu ada beberapa warga yang ada di sana sejak Lukas Enembe ditetapkan jadi tersangka," ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustafa Kamal saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (29/9).

Kombes Kamal menuturkan kepadatan massa di rumah Lukas Enembe bersifat fluktuatif. Dia mengatakan simpatisan Luka juga menggelar doa bersama.

"Sampai tanggal 20, setelah unjuk rasa sampai yang ada 20-30. Kemudian dua hari lalu di sana ada 3 hari doa bersama. Sempat malamnya ada aktivitas banyak lagi," jelasnya.

Kombes Kamal mengatakan pihaknya tetap mengantisipasi unjuk rasa susulan dengan melakukan sejumlah upaya khusus. Termasuk dengan mendatangkan bantuan pengamanan 3 SSK Nusantara.

"3 SSK dari Polda Maluku dan Polda Sulut," jelasnya.

Kombes Kamal menuturkan penguatan pengamanan perlu dilakukan mengingat seringkali terjadi konsentrasi massa dari simpatisan Lukas Enembe. Sehingga dia menyebut pihaknya perlu memastikan rasa keamanan di Papua.

"Ya kemarin kan dia unjuk rasa tanggal 20 untuk mengantisipasi chaos dan sebagainya perlu kehadiran rekan-rekan Brimob Nusantara. Dengan kehadiran rekan-rekan Brimob BKO maka masyarakat di sini semakin yakin bahwa ada perkuatan sehingga mereka semakin nyaman," jelasnya.



Simak Video "KPK Tak Ingin Ada Pertumpahan Darah soal Jemput Paksa Lukas Enembe"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)