Rumah Lukas Enembe Tersangka Korupsi Kini Selalu Ramai Simpatisan

Papua

Rumah Lukas Enembe Tersangka Korupsi Kini Selalu Ramai Simpatisan

Tim detikcom - detikSulsel
Jumat, 30 Sep 2022 09:00 WIB
Demo simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura.
Demo simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe pada 20 September 2022 (Foto: Wilpret Siagian)
Jayapura -

Unjuk rasa massa simpatisan yang menolak penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka KPK belum lama ini berlangsung. Polda Papua pun mengantisipasi unjuk rasa susulan apalagi rumah Lukas Enembe belakangan ini kerap dipadati oleh massa simpatisannya.

"Rumah Lukas Enembe itu ada beberapa warga yang ada di sana sejak Lukas Enembe ditetapkan jadi tersangka," ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustafa Kamal saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (29/9/2022).

Kendati demikian, Kombes Kamal menuturkan kepadatan massa di rumah Lukas Enembe bersifat fluktuatif.


"Sampai tanggal 20, setelah unjuk rasa sampai yang ada 20-30. Kemudian dua hari lalu di sana ada 3 hari doa bersama. Sempat malamnya ada aktivitas banyak lagi," jelasnya.

Untuk mengantisipasi unjuk rasa susulan, Polda Papua melakukan sejumlah upaya khusus. Termasuk dengan mendatangkan bantuan pengamanan 3 SSK Nusantara.

"3 SSK dari Polda Maluku dan Polda Sulut," jelasnya.

Menurut Kombes Kamal, penguatan pengamanan perlu dilakukan mengingat seringkali terjadi konsentrasi massa dari simpatisan Lukas Enembe. Sehingga dia menyebut pihaknya perlu memastikan rasa keamanan di Papua.

"Ya kemarin kan dia unjuk rasa tanggal 20 untuk mengantisipasi chaos dan sebagainya perlu kehadiran rekan-rekan Brimob Nusantara. Dengan kehadiran rekan-rekan Brimob BKO maka masyarakat di sini semakin yakin bahwa ada perkuatan sehingga mereka semakin nyaman," jelasnya.

1.000 Simpatisan Lukas Enembe Geruduk Jayapura

Sekitar 1.000 orang simpatisan Lukas Enembe sebelumya datang dari berbagai wilayah memasuki Kota Jayapura pada Selasa (20/9). Para simpatisan yang menolak status tersangka Lukas Enembe oleh KPK itu kemudian disekat menjadi 20 titik.

"Kita membagi tempat mereka menyampaikan pendapat. Ya total mereka bisa sampai 1.000 ya," ujar Kapolresta Jayapura Kombes Vicktor Mackbon saat dihubungi detikcom, Selasa (20/9).

"Jadi kita sekat (massanya) ada sekitar 20 titik ya," sambung Kombes Victor Mackbon.

Menurut Victor, penyekatan massa simpatisan Gubernur Lukas Enembe menjadi 20 titik untuk menghindari konsentrasi massa yang terlalu besar yang bisa saja berdampak terhadap situasi keamanan di Papua, khususnya di Jayapura.

"Karena kita mencegah mereka melakukan long march, kita cegah karena arus jalan di Jayapura terbatas, kalau mereka jalan tentunya akan mengganggu aktivitas masyarakat," jelasnya.

Penyekatan massa ini berjalan kondusif lantaran koordinator massa aksi mau berkoordinasi dengan pihak TNI Polri yang melakukan pengamanan. Sehingga massa aksi sepakat terbagi ke dalam beberapa kelompok dan titik saat melakukan unjuk rasa.

"Jadi kita fasilitasi di beberapa titik, tidak semua ke DPR. Jadi ada beberapa titik mereka orasi, seperti di Abepura mereka orasi, di Sentani mereka juga orasi, kemudian di Expo juga, jadi kita membagi tempat," tuturnya.



Simak Video "'Sambutan' Massa di Luar Rumah Lukas Enembe Saat Didatangi Ketua KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/sar)