Pernikahan Beda Agama di Toraja yang Baru Pertama Kali Diizinkan PN Makale

Pernikahan Beda Agama di Toraja yang Baru Pertama Kali Diizinkan PN Makale

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 30 Sep 2022 07:30 WIB
Ilustrasi pernikahan.
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Tana Toraja -

Pengadilan Negeri (PN) Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengizinkan pernikahan beda agama Katolik dengan Islam. Ini merupakan pertama kalinya pemberian izin pernikahan beda agama dilakukan di Tana Toraja.

Humas PN Makale Elkan Rerung mengungkapkan sejoli menikah beda agama itu masing-masing berinisial YD dengan agama Katolik dan istrinya MA yang beragama Islam. kedua mempelai beda agama tersebut mengajukan permohonan di PN Makale pada awal 2022 lalu.

"Pasangannya berinisial YD agama Katolik, dan istrinya MA beragama Islam. Ini pertama kali di Toraja," kata Elkan kepada detikSulsel, Kamis (29/9/2022).


Elkan menjelaskan pasangan tersebut mengajukan permohonan ke PN Makale karena untuk pernikahan beda agama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) tidak bisa memberikan atau melengkapi administrasi jika tidak ada putusan pengadilan. Kedua sejoli ini melakukan pengajuan agar pernikahan mereka mendapatkan perlindungan dan pengakuan hukum.

"Mereka ingin hubungan pernikahan mereka diakui negara. Mungkin juga ada administrasi yang mau dilengkapi, karena kan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) tidak bisa memberikan atau melengkapi administrasi jika tidak ada putusan pengadilan, ini khusus pernikahan beda agama yah," ungkapnya.

Pertimbangan PN Makale Memberi Izin

Elkan menjelaskan YD dan MA sudah izin yang diberikan tersebut dengan mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya, pasangan ini telah menjalin hubungan pernikahan sejak 2014 lalu.

Mereka menikah dengan melakukan resepsi secara adat. Bahkan keduanya telah dikaruniai anak.

Elkan mengatakan hal ini yang kemudian menjadi pertimbangan PN Makale untuk mengabulkan permohonan pernikahan sejoli itu.

"Jadi mereka sudah menjalin pernikahan sejak 2014, bahkan sudah dikaruniai anak. Waktu pernikahan mereka secara adat Toraja yah. Mereka juga sudah punya kartu keluarga dan KTP. Jadi ini menjadi unsur pengabulan permohonan PN," jelasnya.

Alasan PN Makale Terima Pengajuan Izin Nikah Beda Agama

Elkan menjelaskan secara aturan memang PN tidak boleh menolak suatu perkara. Namun, pengadilan memiliki pertimbangan hukum secara rasional dalam memutuskan suatu perkara.

"Pada dasarnya kami (Pengadilan Negeri) tidak boleh menolak suatu perkara. Tapi tentu kita punya pertimbangan hukum yang rasional. Tidak masalah selama ada ada dasar hukumnya," tandasnya.

Sehingga, dikabulkannya permohonan dua sejoli yang melakukan pernikahan beda agama ini, sudah melalui pertimbangan hukum yang rasional.

"Pengadilan Negeri tidak boleh menolak permohonan perkara. Nah, mengenai permohonan dua pasangan suami istri ini, sudah melalui pertimbangan hukum yang rasional," kata Elkan.

Elkan menjelaskan bahwa perkawinan beda agama sebenarnya tidak diakui oleh negara dan tidak dapat dicatatkan. Akan tetapi, jika perkawinan tersebut dilaksanakan berdasarkan agama salah satu pasangan dan pasangan yang lain menundukkan diri kepada agama pasangannya maka perkawinan tersebut dapat dicatatkan.

"Misalnya nih, perkawinan dilaksanakan berdasarkan agama Kristen maka dicatatkan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), begitu juga jika perkawinan dilaksanakan berdasarkan agama Islam maka perkawinan pasangan tersebut dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA)," jelasnya.



Simak Video "PN Surabaya Sahkan Nikah Beda Agama, Ma'ruf Amin: Tidak Boleh"
[Gambas:Video 20detik]
(alk/sar)