Alasan PN Makale Izinkan Sejoli di Toraja Nikah Beda Agama Islam dan Katolik

Alasan PN Makale Izinkan Sejoli di Toraja Nikah Beda Agama Islam dan Katolik

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Kamis, 29 Sep 2022 17:03 WIB
Wedding in the mountains Mangup in Crimea
Foto: Thinkstock
Tana Toraja -

Pernikahan sejoli beda agama antara Islam dan Katolik untuk pertama kalinya terjadi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pengadilan Negeri (PN) Makale mengungkap alasan memberikan izin terhadap sejoli tersebut.

"Pengadilan Negeri tidak boleh menolak permohonan perkara. Nah, mengenai permohonan dua pasangan suami istri ini, sudah melalui pertimbangan hukum yang rasional," kata Humas PN Makale Elkan Rerung kepada detikSulsel, Kamis (29/9/2022).

Elkan menjelaskan bahwa perkawinan beda agama sebenarnya tidak diakui oleh negara dan tidak dapat dicatatkan. Akan tetapi, jika perkawinan tersebut dilaksanakan berdasarkan agama salah satu pasangan dan pasangan yang lain menundukkan diri kepada agama pasangannya maka perkawinan tersebut dapat dicatatkan.


"Misalnya nih, perkawinan dilaksanakan berdasarkan agama Kristen maka dicatatkan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), begitu juga jika perkawinan dilaksanakan berdasarkan agama Islam maka perkawinan pasangan tersebut dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA)," jelasnya.

Diketahui, sejoli di Tana Toraja yang menikah beda agama itu masing-masing berinisial YD dengan agama Katolik dan istrinya MA yang beragama Islam. Keduanya diketahui mengajukan permohonan pernikahan mereka ke PN Makale pada awal 2022.

Permohonan tersebut bertujuan agar hubungan pernikahan keduanya diakui dan dilindungi negara. Menurut Elkan, keduanya sudah menjalin pernikahan sejak 2014 lalu dan sudah memiliki momongan.

Selama itu, kata dia, pernikahan mereka hanya diakui secara adat. Kendati demikian, keluarga mereka sudah memiliki kartu keluarga (KK) dan masing-masing memiliki KTP yang berstatus kawin. Atas pertimbangan itulah PN Makale mengabulkan permohonan perkawinan keduanya.

"Mereka sudah punya anak, pihak keluarga semua mendukung dan mereka juga sudah punya KK dan KTP masing-masing. Nah ini menjadi pertimbangan pengadilan mengizinkan permohonan pasangan itu," ungkap Elkan.



Simak Video "PN Surabaya Sahkan Nikah Beda Agama, Ma'ruf Amin: Tidak Boleh"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/asm)