Pemprov Sulbar dan DPRD Setujui Perubahan APBD 2022

Sulawesi Barat

Pemprov Sulbar dan DPRD Setujui Perubahan APBD 2022

Sukma Nur Fitriana - detikSulsel
Kamis, 29 Sep 2022 08:45 WIB
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama DPRD Sulbar menyetujui Rancangan APBD perubahan (RAPBD) tahun 2022.
Foto: Dok. Pemprov Sulbar
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama DPRD Sulbar menyetujui Rancangan APBD perubahan (RAPBD) tahun 2022. Persetujuan terhadap Perubahan APBD tersebut dilaksanakan melalui rapat paripurna.

Adapun rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Sulbar Sitti Suraidah Suhardi bersama Sekertaris Daerah Provinsi Sulbar Muhammad Idris, di ruang paripurna DPRD Sulbar, Rabu (28/9).

Muhammad Idris menyampaikan penandatanganan ini adalah bentuk kerja sama pemerintah provinsi dengan DPRD dan disesuaikan kepada arah kebijakan pembangunan prioritas.


"Penyusunan bersama yang dilakukan telah disesuaikan dengan arah kebijakan pembangunan prioritas. Pembahasan juga telah dilakukan secara transparan," kata Idris dalam keterangan tertulis, Kamis (29/9/2022).

Berdasarkan hasil kesepakatan yang telah disebutkan, kata dia, pendapatan daerah setelah ditetapkan, yaitu Rp 1.854.224.796.949 meningkat Rp 27 miliar dari APBD pokok sebelumnya. Sedangkan untuk Belanja Daerah Rp 2.164.532.563.986. meningkat Rp 148 juta.

"Sebagai tindak lanjut, maka Ranperda akan disampaikan ke Mendagri untuk dilakukan evaluasi sesuai amanat perundangan undangan," jelasnya.

Idris berharap setelah ditetapkannya Ranpeda, seluruh Organisasi Perangkat Desa (OPD) segera melakukan percepatan tanpa mengabaikan kualitas pelaksanaannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD yang telah melakukan pembahasan bersama baik di banggar dan juga di komisi.

Sementara itu, setelah mendengar penjelasan dari hasil pembahasan komisi, Suraidah mengatakan hasil kesepakatan ini yaitu Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) bisa disetujui menjadi perda.

"Pada prinsipnya kedua Ranperda dapat disetujui menjadi perda," ujarnya.

(akd/ega)