Niat Ortu Ingin Ada Kenang-kenangan Bawa Balita ke Gunung Berujung Tersesat

Sulawesi Utara

Niat Ortu Ingin Ada Kenang-kenangan Bawa Balita ke Gunung Berujung Tersesat

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 28 Sep 2022 08:21 WIB
Evakuasi balita yang tersesat saat dibawa mendaki oleh orang tuanya di Gunung Soputan, Minahasa Tenggara, Sulut.
Evakuasi balita yang tersesat saat dibawa mendaki oleh orang tuanya di Gunung Soputan, Minahasa Tenggara, Sulut. (Foto: Dokumen Istimewa)
Minahasa Tenggara -

Bayi berusia 3 tahun bernama Muhammad Gifari mengalami hipotermia setelah dibawa serta kedua orang tuanya mendaki di gunung Soputan, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut), dan tersesat selama 2 hari. Saat dievakuasi Tim Basarnas, ayah bayi tersebut mengaku membawa serta anaknya untuk mengambil foto kenang-kenangan.

Ayah balita tersebut memperkirakan mereka sudah tiba di lokasi puncak sebelum malam hari. Hal inilah yang membuat dirinya nekat membawa serta sang anak dalam pendakian.

"Kenapa mereka bawa anak kecil, alasannya mungkin seperti itu. Tidak mungkin bawa anak tidak tujuan pakai foto. Kan banyak foto-foto, cuma tujuannya kenangan-kenangan buat anak," kata Dantim Rescue Basarnas Manado Steven Lumowa ketika dikonfirmasi detikcom, Senin (26/9/2022).


Menurut Steven, kejadian pertama kalinya balita ikut dibawa mendaki ke puncak Gunung Soputan. Selama ini tidak pernah ada yang membawa anak ikut mendaki gunung.

"Tidak sih, baru pertama kali ini," katanya.

Dia pun berharap, ke depan apabila melakukan pendakian Gunung Soputan perlu melakukan persiapan matang. Pasalnya, untuk bisa tiba di puncak Soputan dibutuhkan waktu sehari untuk bisa tiba di puncak. Menurut dia selama ini belum ada pendaki yang tembus ke puncak gunung hanya dalam waktu semalam.

"Kalau untuk ke puncak harus pagi-pagi sekali, karena harus beristirahat, butuh stamina fisik yang prima. Biasanya untuk pendaki itu tidur satu malam. Bisa tapi jarang sekali dengar langsung dari kampung langsung ke puncak (semalam)," ujar Steven.

Kronologi Rombongan 7 Pendaki Pemula Tersesat 2 Hari

Steven mengatakan rombongan 7 pendaki pemula termasuk orang tua balita awalnya melakukan perjalanan ke puncak Gunung Soputan dari jalur Desa Tumaratas, Minahasa pada Minggu (25/9). Rombongan pendaki ini merupakan warga kota Manado.

"Mereka dari Manado, jadi sekitar pukul 09.00 Wita dilaporkan bahwa mereka ada 7 orang bersama satu anak balita mereka mau ke Gunung Soputan sejak pagi," kata Steven.

Pihaknya kemudian dihubungi salah satu pendaki karena tersesat. Rombongan mereka tersesat karena belum pernah melewati jalur Desa Tumaratas.

"Ada salah satu teman mereka telepon ke kami. Setelah itu kami arahkan agar tidak ke mana-mana. Mereka tersesat dan ada anak bayi yang sudah kedinginan (hipotermia)," bebernya.

Usai menerima laporan, tim Basarnas kemudian bergerak ke lokasi memulai pencarian sekitar pukul 23.30 Wita. Untuk memudahkan pencarian, tim kemudian berpencar. Ada yang bergerak menyisir menggunakan motor trail sementara tim lainnya menyisir sambil berjalan kaki.

Setelah melakukan penyisiran hampir sekitar 6 jam, tim menemukan para pendaki tersebut. Mereka ditemukan tidak jauh dari titik lokasi yang dilaporkan ke Basarnas. Rombongan pendaki pemula ini ditemukan tim pada Senin (26/9) sekitar pukul 05.30 Wita.

"Akhirnya jam 5 lewat tim trail sudah dapat dengan posisi balita mengalami hipotermia. Mereka langsung dapat penanganan. Motor trail angkut balita dan seorang ibu," ujar Steven.



Simak Video "Dibawa Orang Tuanya Naik Gunung Soputan, Balita Alami Hipotermia"
[Gambas:Video 20detik]
(alk/urw)