Seleksi Direksi BUMD Makassar Bisa Diulang Jika Maladministrasi Terbukti

Seleksi Direksi BUMD Makassar Bisa Diulang Jika Maladministrasi Terbukti

Nurul Istiqamah - detikSulsel
Senin, 26 Sep 2022 19:28 WIB
Kantor Wali Kota Makassar Sulsel
Foto: Kantor Balai Kota Makassar. (Noval Dhwinuari Antony-detikcom)
Makassar -

Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) menemukan adanya indikasi pelanggaran maladministrasi dalam seleksi direksi dan dewas pengawas (dewas) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Makassar. Atas temuan itu, ada potensi tahapan prosedur yang mesti diulang jika tidak sesuai.

"Jadi misalnya ada prosedur yang tidak dilalui mungkin saja akan disuruh untuk mengulangi prosedur atau melaksanakan prosedur yang terlewatkan," ucap Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulsel, Ismu Iskandar kepada detikSulsel, Senin (26/9/2022).

Ismu Iskandar menekankan pengulangan prosedur itu menjadi bagian rekomendasi tindak lanjut yang akan dijalankan Pemkot Makassar. Hanya saja pihaknya tidak dalam posisi meminta mengulang seluruh seleksi calon direksi dan dewas secara keseluruhan.


"Jadi bukan secara keseluruhan, jadi prosedurnya yang kita lihat mana yang kurang, kita serahkan ke Pemkot untuk mengulangi prosedur yang tidak sesuai dengan mekanisme yang sudah diatur," paparnya.

Pihaknya mencontohkan, jika pada proses tes atau ujian kepada peserta yang tidak sesuai, maka hanya tahapan tersebut yang akan diminta untuk diulangi.

"Iya bisa (saja tahapan ujiannya yang diulang). Kurang lebih seperti itulah," tuturnya.

Namun Ismu Iskandar belum menjelaskan lebih lanjut terkait temuan indikasi pelanggaran yang ditemukan dalam seleksi BUMD Makassar. Dia berdalih pihaknya menunggu tanggapan pelapor terkait hasil pemeriksaan sementara yang telah disampaikan.

"Kita kasih waktu 14 hari ke pelapor memberi tanggapan. Kalau 14 hari tidak ada tanggapan maka kita anggap diterima. Maka kita lanjut ke laporan akhir. Ini sudah sekitar seminggu kayaknya (sejak laporan disampaikan ke pelapor)," ucap Ismu Iskandar.

Diketahui Ombudsman sebelumnya mengaku ada indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan seleksi BUMD Makassar. "Iya, ada indikasi (pelanggaran maladministrasi seleksi BUMD Makassar)," ungkap Ismu Iskandar saat dikonfirmasi, Minggu malam (14/7).

Ombudsman Sulsel melakukan pemeriksaan atas dugaan maladministrasi seleksi BUMD Makassar usai menerima laporan peserta. Ada 4 peserta yang mengadukan pelaksanaan seleksi yang dianggap berjalan tidak profesional.

Sementara seleksi direksi dan dewas BUMD Makassar sudah rampung. Bahkan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto sudah melantik 22 direksi dan 23 dewas di 5 BUMD Makassar hasil lelang di Baruga Anging Mammiri Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (19/7).

"Saatnya lewat perusda atau perusahaan daerah, kita majukan Makassar menjadi kota yang dua kali tambah baik," ucap Danny.

Dirinya juga tak menampik proses pelaksanaan seleksi direksi dan dewas BUMD Makassar banyak menuai sorotan. Namun menurutnya, pihaknya juga tidak bisa memuaskan semua pihak.

"Izinkan saya menyampaikan permohonan maaf kalau ada kesalahan, insyaallah itu adalah hal-hal yang di luar dari pada kemampuan kami," pungkasnya.



Simak Video "Diduga Ada Maladministrasi, Ombudsman Beri Tindakan Korektif ke BRIN"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/nvl)