Istri Sambo Disebut Pemohon Unik, LPSK: Tidak Antusias Beri Keterangan

Berita Nasional

Istri Sambo Disebut Pemohon Unik, LPSK: Tidak Antusias Beri Keterangan

Tim detikNews - detikSulsel
Minggu, 25 Sep 2022 17:05 WIB
Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi bertemu di rekonstruksi
Foto: (Tangkapan layar)
Jakarta -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menilai permohonan perlindungan yang diajukan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi terbilang unik. Lantaran, Putri sebagai pemohon tidak memberikan keterangan apapun ke LPSK.

Dilansir dari detikNews, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyebut Putri orang pertama sejak LPSK berdiri yang tidak mau memberikan keterangan usai mengajukan permohonan perlindungan.

"Ibu PC (Putri Candrawathi) adalah pemohon perlindungan yang paling unik kepada kasus kekerasan seksual yang saya tangani dan pembuktian secara umum," kata Edwin dalam diskusinya di acara bertajuk 'Media Massa sebagai Sahabat Saksi dan Korban' Bandung, Jawa Barat, seperti dilansir dari detikNews, Jumat (23/9/2022).


"Karena satu-satunya pemohon sepanjang LPSK berdiri yang tidak bisa, tidak mau dia menyampaikan apapun kepada LPSK. Padahal dia yang butuh LPSK bukan LPSK butuh Ibu PC," lanjutnya.

Edwin mengaku, Putri tidak responsif saat LPSK mulai memeriksa permohonannya. Bahkan disebutkan ada 2 hal umum pada kasus kekerasan seksual tidak terpenuhi dari sisi korban.

"Ibu PC butuh perlindungan LPSK, tapi tidak antusias, tapi kok tidak responsif gitu. Hanya ibu PC pemohon yang seperti itu selama 14 tahun LPSK berdiri," kata Edwin.

"Dan juga banyak hal yang sering saya sampaikan pada konteks kekerasan seksual. Umumnya ada 2 hal terpenuhi, satu relasi kuasa, dua, pelaku memastikan tidak ada saksi. Dua-duanya gugur pada kasus Ibu PC," sambungnya.

Edwin lalu menyinggung soal Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) yang menuntut pihak LPSK segara memberikan perlindungan saat pertemuan pada 29 Juli 2022 di Polda Metro Jaya. Dia menegaskan bahwa UU TPKS dibuat bukan untuk melindungi korban palsu.

"Ini UU TPKS bukan untuk melindungi orang-orang seperti ini. Untuk melindungi korban sebenarnya, untuk melindungi real korban. Bukan korban fake, korban palsu," pungkasnya.



Simak Video "Putri Candrawathi Siap Dikonfrontasi dengan Bharada E-Kuat Ma'ruf"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)