Duduk Perkara Kasat Lantas Makassar Minta Maaf usai Ultimatum Pemilik Moge

Duduk Perkara Kasat Lantas Makassar Minta Maaf usai Ultimatum Pemilik Moge

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 22 Sep 2022 13:36 WIB
Kasatlantas Polrestabes Makassar AKBP Zulanda.
Foto: Kasatlantas Polrestabes Makassar AKBP Zulanda. (Isak Pasa'buan/detikSulsel)
Makassar -

Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Zulanda sempat mengultimatum motor gede (moge) yang tidak terdaftar untuk segera mendaftar ke Samsat. Belakangan Zulanda mendadak meminta maaf atas pernyataannya tersebut.

Pernyataan Zulanda itu berawal saat Satlantas Polrestabes Makassar menggelar konferensi pers terkait hasil razia knalpot brong di Makassar pada Minggu (18/9) malam. Saat itu polantas menyita 20 mobil dan 12 sepeda motor.

"Hari ini saya buktikan roda dua hanya 12 (unit disita), 20 untuk roda empat," ujar AKBP Zulanda saat jumpa pers.


Selanjutnya AKBP Zulanda menegaskan pihaknya akan terus melanjutkan razia knalpot brong atau bising. Setelah itu barulah Zulanda beralih menyinggung soal rencana pihaknya merazia moge tidak terdaftar di Samsat.

"Saya memberikan waktu kepada seluruh pemilik kendaraan motor besar atau moge, 7 kali 24 jam wajib mendaftarkan dirinya apabila kendaraan tersebut belum terdaftar ke Samsat," kata Zulanda mewanti-wanti.

"Minggu depan saya akan razia besar-besaran untuk terkait moge. Kalau didapati moge tersebut tidak memiliki surat-surat maka saya akan tegak lurus, saya pastikan saya tegak lurus," tegas Zulanda.

Zulanda pun mengultimatum pihak-pihak yang akan mencoba menghubunginya terkait razia moge itu, dia meyakinkan dirinya akan tetap tegak lurus.

"Siapapun itu yang menelepon saya atau yang menghubungi rekan-rekan saya sudah tahu saya di sini, kalau selagi saya tegak lurus tidak akan pernah saya dibengkokkan," katanya.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar Mendadak Minta Maaf

Belum 1 kali 24 jam setelah mewanti-wanti komunitas moge, AKBP Zulanda kembali menyita perhatian karena mendadak meminta maaf atas pernyataan sebelumnya. Dia mengaku keliru karena tak melakukan pengecekan lebih dulu ke Samsat.

"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh komunitas moge yang ada di Indonesia khususnya yang ada di Kota Makassar. Karena ketidaktahuan kami dan kelalaian kami yang mana pada saat itu seharusnya kami melaksanakan kroscek terlebih dahulu ke Ditlantas atau pun ke Samsat apakah kendaraan moge yang ada saat ini sudah teregistrasi atau belum," ucap Zulanda dalam video yang dilihat detikSulsel, Senin (19/9).

Zulanda mengatakan ternyata selama 2 tahun terakhir komunitas moge sudah terdaftar seluruhnya ke Samsat. Alasannya karena Korlantas Polri sudah memiliki Electronic Regident Identification (ERI) yang bisa mendata seluruh kendaraan di Indonesia tanpa terkecuali.

Dia juga mengakui, bahwa pemikirannya selama ini masih ada kendaraan yang tidak terdaftar. Namun menurutnya, berdasarkan ERI tersebut maka sebenarnya tidak ada lagi kendaraan termasuk moge yang tidak terdaftar di Samsat.

"Oleh karena itu kami menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian kami karena kami tidak melakukan konfirmasi terus kami tidak melakukan kroscek terlebih dahulu. Sehingga kami berpikir dengan pola yang lama, sedangkan saat ini dalam beberapa tahun ini telah mengalami perubahan-perubahan," tutur Zulanda.



Simak Video "Detik-detik Oknum Polisi Acungkan Pistol ke Santri di Sulsel"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)