Psikolog Nilai Ibu Bunuh 2 Anaknya di Pinrang Alami Kelelahan Psikis Berat

Psikolog Nilai Ibu Bunuh 2 Anaknya di Pinrang Alami Kelelahan Psikis Berat

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Kamis, 22 Sep 2022 11:02 WIB
ilustrasi ibu depresi
Ilustrasi. (Foto: thinkstock)
Makassar -

Seorang ibu rumah tangga (IRT) inisial B (37) membunuh dua anaknya dan ditemukan tewas tergantung di rumahnya di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Psikolog menyebutkan B mengambil tindakan tersebut karena mengalami kelelahan psikologis yang sangat berat dan memiliki kecenderungan depresi.

"Jadi kalau kita lihat, yang pasti dia mengalami kelelahan dari segi psikologis yang sangat berat. Kita lihat dari pernyataan-pernyataannya bahwa dia sudah memikirkan ini berhari-hari," jelas Psikolog Pendalaman Klinis, Remaja, dan Keluarga, Istiana Tajuddin kepada detikSulsel, Rabu (21/9/2022) malam.

Istiana mengatakan, jika dilihat dari pesan-pesan yang ditinggalkan, sebenarnya B telah menemukan jalan keluar atas masalahnya. Menurut Istiana, kemungkinan masih banyak hal lain yang tidak mampu ditanggung secara mental oleh B.


"Sebenarnya dia sudah ada jalan keluar, tapi nampaknya masih banyak hal lain yang dia sendiri tidak mampu menanggung. Jadi secara psiologis dia kelelahan," tambah Istiana.

Lebih lanjut Istiana menjelaskan karena telah lelah secara psikologis, B sulit untuk melihat jalan keluar lain selain yang telah dipikirkannya. Kemudian kondisi tersebut berlanjut dengan kehilangan harapan dan memilih untuk mengakhiri hidup serta membunuh dua anaknya.

"Kalau dilihat dari rekamannya ya itu tadi, kelelahan psikologis dan akhirnya membuat dia tidak lagi bisa melihat jalan keluar dan akhirnya putus harapan," jelas Istiana.

Dosen Psikologi Univeristas Hasanuddin (Unhas) ini mengatakan salah satu yang bisa membuat seseorang memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya adalaha kondisi depresi. Karena semakin berat kondisi depresi yang dialami seseorang maka semakin tidak memiliki harapan untuk hidup.

Keputusan B untuk melakukan tindakan miris tersebut dinilai karena ada kecenderungan depresi yang sangat berat. Kendati demikian Istiana mengatakan tidak bisa memberikan diagnosa pasti akan hal itu.

"Bisa jadi (ada kecenderungan tahap depresi). Yang pasti dia mengalami kelelahan psikologis yang sangat berat," kata Istiana.

Selain itu, Istiana juga menjelaskan kelelahan psikologis yang dialami B bisa jadi karena tertutup akan masalahnya. Sementara jika seseorang sedang memiliki masalah tidak akan bisa melihatnya secara objektif.

"Karena secara kultural memang kita rata-rata orang Indonesia merasa bahwa tidak perlu sharing-sharing ke orang. Orang-orang sering lupa bahwa ketika kita bermasalah, kita sulit untuk melihat satu masalah itu dengan objektif. Tapi kondisi ini sudah terjadi," kata dia.



Simak Video "Psikolog soal Tragedi Kanjuruhan: Ada Ketidaksiapan Menerima Kekalahan"
[Gambas:Video 20detik]
(alk/nvl)