Tragedi Tambang Emas Ilegal di Bengkayang Kalbar Tewaskan 7 Orang

Kalimantan Barat

Tragedi Tambang Emas Ilegal di Bengkayang Kalbar Tewaskan 7 Orang

Tim detikcom - detikSulsel
Minggu, 18 Sep 2022 09:00 WIB
Lokasi tambang emas longsor di Bengkayang, Kalbar.
Lokasi tambang longsor di Bengkayang, Kalbar (Foto: Dokumen Istimewa)
Bengkayang -

Insiden tanah longsor terjadi di area tambang emas ilegal di Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar). Akibatnya 7 orang tewas akibat tertimbun reruntuhan longsor.

"Iya informasi yang saya terima 7 korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Kepala BPBD Kalbar Afridus kepada detikcom, Sabtu (17/9/2022).

"4 orang sudah teridentifikasi, yakni atas nama Pico, Tumin, Oot, dan Juli," imbuh Afridus.


Peristiwa longsor di area tambang emas ini terjadi di di Dusun Sencepi, Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang, Bengkayang, Kamis (15/9) sekitar pukul 20.15 Wita.

"Jadi update hari ini, dari 20 korban, 7 ditemukan meninggal dunia, 5 orang selamat namun mengalami luka-luka," bebernya.

Tim SAR gabungan pun masih melakukan pencarian. Ada 8 korban di lokasi kejadian yang disebut masih hilang.

"Saat ini masih ada 8 korban lagi yang belum ditemukan dan ini masih berlangsung pencariannya," sambungnya.

Menurut Afridus, pencarian korban terhambat karena alat berat cukup minim. Selain itu, akses ke lokasi tambang juga cukup sulit.

"Kekurangan alat berat (escavator) untuk pencarian korban, serta lokasi kejadian sulit dijangkau," terangnya.

Namun proses pencarian tetap dilakukan. Pihak BPBD, TNI/Polri dan Basarnas setempat terus berupaya mencari korban yang tertimbun material longsor.

"Iya ini masih dilakukan pencarian oleh tim gabungan," tuturnya.

Afridus menduga ada pengembangan lokasi area penambangan yang dilakukan tanpa izin. Selain itu, aktivitas tambang juga dilakukan asal-asalan sehingga mengakibatkan tanah di bagian atas tambang mengalami longsor.

"Adanya kegiatan pertambangan emas tanpa izin yang dilakukan dengan cara tidak profesional (menggali lubang dalam tanah) mengakibatkan tanah bagian atas runtuh (longsor) menimpa para penambang yang berada di dalam lubang tersebut," bebernya.

Sementara, Komandan Pos SAR Sintete, Zulhijah membenarkan adanya longsor yang terjadi saat para penambang beraktivitas di malam hari. Saat memasuki galian tambang emas, para penambang ini tidak memberikan laporan.

"Agen-agen tidak ada yang lapor, keluarga juga tidak ada yang melapor," terang Zulhijah kepada detikcom, Sabtu (17/9).

Akibatnya kata Zulhijah, aktivitas para penambang emas di dalam galian tambang tidak terpantau. Sementara saat kejadian, di kawasan tambang tersebut dilanda hujan deras sehingga diduga memicu tanah galian tambang longsor.

"Jadi posisinya memang hujan kemarin, pada saat kejadian itu posisinya lagi hujan," jelasnya.



Simak Video "Bidai, Kerajinan Asli Indonesia Jangan Sampai Dicaplok Negeri Tetangga!"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/sar)