Kronologi Tambang Emas Longsor di Bengkayang Tewaskan 7 orang

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Sabtu, 17 Sep 2022 14:25 WIB
Lokasi tambang emas longsor di Bengkayang, Kalbar.
Foto: Dokumen Istimewa.
Bengkayang -

Tambang emas di wilayah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami longsor hingga menyebabkan tujuh orang tewas. Insiden tersebut terjadi saat para penambang beraktivitas pada malam hari.

Komandan Pos SAR Sintete, Zulhijah mengatakan lokasi tambang emas longsor terjadi di Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang, Bengkayang, Kamis (15/9) sekitar pukul 20.15 Wita. Menurutnya, para penambang emas itu tidak melapor saat memasuki galian tambang emas.

"Agen-agen tidak ada yang lapor, keluarga juga tidak ada yang melapor," ujar Zulhijah kepada detikcom, Sabtu (17/9/2022).


Zulhijah mengatakan para penambang emas yang tak melapor membuat aktivitas mereka di dalam galian tambang menjadi tidak terpantau. Kondisi tersebut semakin parah karena saat itu sedang hujan deras sehingga membuat tanah galian tambang longsor.

"Jadi posisinya memang hujan kemarin, pada saat kejadian itu posisinya lagi hujan," katanya.

Terpisah, Kepala BPBD Kalbar Afridus menduga tambang emas tersebut sudah dilakukan pengembangan tanpa izin dan tidak proporsional sehingga membuat tanah di bagian atasnya longsor.

"Adanya kegiatan pertambangan emas tanpa izin yang dilakukan dengan cara tidak profesional (menggali lubang dalam tanah) mengakibatkan tanah bagian atas runtuh (longsor) menimpa para penambang yang berada di dalam lubang tersebut," ungkapnya.

7 Korban Tewas

Berdasarkan data sementara yang diterima dari BPBD Kalbar dan SAR Pos Sintete, sejauh sudah ada tujuh koraban tewas akibat insiden tersebut. Lima di antaranya ditemukan pada Jumat (16/9), sedangkan dua korban tewas lainnya ditemukan pada Sabtu (17/9) hari ini.

"Iya informasi yang saya terima 7 korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Afridus.

Menurutnya, empat korban tewas telah diidentifikasi, sedangkan tiga lainnya masih menunggu proses identifikasi di rumah sakit.

"4 Orang sudah teridentifikasi, yakni atas nama Pico, Tumin, Oot, dan Juli," sambung Afridus.



Simak Video "Langka, Inilah Mode Transportasi di Perbatasan Jagoi Babang Indonesia- Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/ata)