Satpam Hotel di Kaltara Nyambi Jadi Muncikari Ditangkap

Kalimantan Utara

Satpam Hotel di Kaltara Nyambi Jadi Muncikari Ditangkap

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Kamis, 08 Sep 2022 19:53 WIB
Seorang satpam hotel berinisial SA (20) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) ditangkap polisi karena menyambi sebagai muncikari.
Foto: dok.ist
Bulungan -

Seorang satpam hotel berinisial SA (20) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) ditangkap polisi karena menyambi sebagai muncikari. SA disebut menyediakan jasa pekerja seks komersial (PSK) jika ada tamu hotel yang membutuhkan.

"Iya pelaku bekerja sebagai satpam dan dia juga disana menjadi muncikari. Jika ada tamu hotel yang ingin mencari PSK dia (SA) mencarikan," ujars Dirkrimum Polda Kaltara Kombes Jon Wesly Arianto kepada detikcom, Kamis (8/9/2022).

Arianto mengatakan pihaknya awalnya menggerebek pria dan seorang PSK di kamar salah satu hotel di Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, Jumat (2/9). Setelah diinterogasi, PSK itu rupanya disediakan oleh SA.


"Kita lebih dulu amankan pasangan yang bukan suami istri di dalam kamar hotel. Saat kita selidiki ternyata pelaku (SA) ini yang menawarkan PSK terhadap tamu hotel," terangnya.

Kepada polisi, SA mengaku baru dua kali menawarkan PSK terhadap tamu pria di hotel tempatnya bekerja. Dalam sekali kencan SA mendapatkan bagian Rp 50 ribu.

"Ke tamu hotel dia mematok harga Rp 400 ribu sekali berkencan, dari situ pelaku mendapatkan upah Rp 50 ribu," tuturnya.

Diketahui, SA baru sebulan bekerja sebagai satpam hotel. SA yang sudah memiliki kenalan dengan PSK langsung menawarkan diri sebagai muncikari.

"Dari barang bukti handphone pelaku, didapati chat, pelaku menawarkan diri mencarikan pria kepada teman wanitanya," ungkapnya.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan uang tunai Rp 450 ribu hasil pidana perdagangan manusia, 13 kondom berbagai merek, dua handphone serta tisu bekas pakai.

Saat ini SA masih menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Kaltara guna penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya SA terancam pasal 2 (1) UU No 21 Tahun 2007 Tentang TPPO atau Pasal 12 UU RI No 12 Tahun 2022.

"Untuk pelaku ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar," pungkasnya.



Simak Video "Muncikari di Purwakarta Diciduk, Jajakan Wanita via Medsos Bertarif Variatif"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)