Dituding Penghianat Gerindra, Sandiaga Tegaskan Bersahabat dengan Prabowo

Dituding Penghianat Gerindra, Sandiaga Tegaskan Bersahabat dengan Prabowo

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Kamis, 08 Sep 2022 09:00 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno meresmikan desa wisata di Bantaeng, Sulsel.
Foto: Menparekraf Sandiaga Uno meresmikan desa wisata di Bantaeng, Sulsel. (Urwatul Wutsqaa/detikSulsel)
Makassar -

Sandiaga Uno dituding sebagai penghianat oleh politikus Gerindra Arief Poyuono lantaran ingin menjadi capres PPP. Tudingan itu kemudian dijawab Sandiaga Uno dengan menegaskan dirinya bersahabat dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) ini mengaku tetap hadir saat Gerindra memutuskan Prabowo Subianto sebagai capres 2024. Sandiaga bahkan menyebut hubungan mereka sangat baik apalagi pernah mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019.

"Saya berikan selamat kepada Pak Prabowo saat itu, dan saya hadir pada acara rapimnas tersebut. Jadi kita sangat bersahabat, berhubungan dengan baik, apalagi kita bertetangga, bukan hanya kantor, tapi juga rumahnya bertetangga," kata Sandiaga kepada detikSulsel usai menghadiri perhelatan F8 Makassar, Rabu malam (7/9/2022).


Soal tudingan sebagai pengkhianat di Gerindra, Sandiaga mengatakan politik semestinya membangun persatuan, bukan malah saling menjatuhkan atau saling memecah satu sama lain.

"Saya meyakini bahwa demi persatuan kita ke depan, politik kita harus justru mempersatukan, justru politik yang sejuk, yang damai, dan bukan saling menjatuhkan, atau saling pecah belah. Tapi justru saling merangkul untuk saling gotong royong melewati situasi pandemi dan ekonomi yang berat ini," ujarnya.

Terkait manuver politik yang disebut ingin maju capres, Sandiaga menuturkan semua yang dilakukannya saat ini dalam rangka tugas dan fungsinya di Kementerian untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Apalagi keputusan pencapresan ada di partai politik.

"Tentunya partai politik yang nanti akan menjatuhkan pilihan. Setiap individu, masyarakat, siapa pun itu, mengerti bahwa yang nanti akan menominasi adalah partai politik. Jadi itu adalah hak partai politik," terangnya.

Kemudian saat dipertegas jika kemudian mendapat kendaraan untuk maju sebagai capres, Sandiaga kembali menyebut itu sebagai keputusan partai politik.

"Tentunya partai politik yang nanti akan menentukan, karena sistem demokrasi kita ini, tentunya ditentukan oleh partai politik yang memiliki kewenangan dan hak untuk menentukan siapa yang akan dicalonkan," bebernya.

Kendati demikian, Sandiaga Uno mengaku masih fokus pada tugas dan tanggung jawabnya sebagai Menparekraf. Namun dia menyebut tetap mengapresiasi seluruh aspirasi terkait kontestasi demokrasi di 2024 nanti.

"Tentunya saya sebagai kader Gerindra yang sekarang ditugasi oleh Bapak Presiden fokus kepada tugas dan fungsi di kementerian. Dan dalam prosesi tahapan kontestasi demokrasi di 2024, seluruh aspirasi tentunya kita apresiasi, bagaimana caranya kita menggerakkan ekonomi terutama dalam situasi yang sangat berat ini," ungkap Sandiaga.

Sandiaga menuturkan fokusnya saat ini menampung aspirasi masyarakat dengan memberikan pelayanan terbaik agar bisa melewati masa-masa ekonomi yang sulit.

"Saya akan fokus kepada tugas saya sebagai pembantu presiden, dan membangkitkan ekonomi, menggeliatkan sektor Parekraf, dan memastikan bahwa dengan masa-masa yang sulit ini, kita hadir untuk mendengar, memberikan solusi kepada masyarakat," pungkasnya.



Simak Video "Gerindra Minta Sandiaga Izin Prabowo Jika Datangi Acara Partai Lain!"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/sar)