3 Menteri Tanam Mangrove di Lokasi Wisata Mangambang Maros

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Sabtu, 20 Agu 2022 01:04 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman bersama tiga menteri melakukan penanaman mangrove.
Foto: Andi Sudirman Sulaiman bersama tiga menteri melakukan penanaman mangrove.(Urwatul Wutsqaa/detik.com)
Maros -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman bersama tiga menteri melakukan penanaman mangrove. Penanaman bibit mangrove dipusatkan di dua titik lokasi wisata Mangambang, Kabupaten Maros, Sulsel.

Lokasi penanaman mangrove itu, yakni seluas 13 Ha di Desa Marana, dan 18 Ha di Kuri Caddi, Jumat (19/8/2022). Ada pun 3 menteri yang terlibat, yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari program rehabilitasi kawasan mangrove oleh PT. Pelindo Indonesia. Salah satu tujuannya sebagai upaya penanganan perubahan iklim.

"Program Rehabilitasi Kawasan Mangrove memberikan banyak dampak positif, bukan hanya dalam lingkup pelestarian lingkungan dan penanganan perubahan iklim, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi generasi penerus dalam menanamkan pemahaman akan pentingnya upaya pemeliharaan lingkungan dan menjaga keseimbangan alam," ujar Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono dalam sambutannya.

Arif Suhartono mengungkapkan pihaknya telah melakukan rehabilitasi mangrove seluas total 126,5 hektare pada periode tahun 2021. Di tahun 2022, Pelindo menargetkan penanaman mangrove seluas total 145 hektare pada sejumlah titik di Indonesia dan telah melakukan penanaman mangrove pada lebih dari 100 hektare lahan.

"Hingga Agustus 2022, Pelindo bersama KLHK, KKP serta Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDASHL) telah melaksanakan rehabilitasi kawasan mangrove seluas 105 Ha," ujarnya.




Sementara itu Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Muhammad Yusuf menyebut, program rehabilitasi mangrove merupakan upaya menyelamatkan lahan mangrove yang banyak mengalami degradasi.

"Kami sadar bahwa mangrove mengalami degradasi yang sangat cukup besar dari kegiatan penambangan, kegiatan perubahan alih fungsi lahan, seperti tambak juga sebagai salah satu yang menyebabkan terjadinya degradasi mangrove, Ada juga terdegradasi secara alam. Karena pantai itu selalu dinamis, ada yang terjadi juga," kata Yusuf.

Selain melakukan rehabilitasi, KKP juga berupaya memanfaatkan keberadaan mangrove untuk melakukan pemberdayaan masyarakat.

"Nah KKP berupaya bahwa selain melakukan rehabilitasi mangrove, kita juga mengembangkan pemberdayaan masyarakat atau community development di kawasan mangrove," ujarnya.



Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan bahwa rehabilitasi mangrove ini merupakan tanggung jawab bersama. Indonesia sendiri menargetkan restorasi mangrove pada lahan seluas 600.000 hektar.

"Kita punya 3,36 juta sekian luas mangrove, kita hanya mau melakukan restorasi di 600.000 hektar, itu kalau kita kerjakan bersama-sama insyaAllah kita akan bisa selesaikan dengan baik," ungkapnya.



Simak Video "Luhut Ngobrol dengan Rocky Gerung soal Ambisi Jadi Presiden"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)