Sulawesi Barat

394 Tenaga PPPK Mamasa Belum Terima SK Sejak 2021

Hafis Hamdan - detikSulsel
Selasa, 16 Agu 2022 15:46 WIB
PPPK Mengundurkan Diri
Foto: Tenaga PPPK (Luthfy Syahban/detikcom)
Mamasa -

Sebanyak 394 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) tak kunjung menerima surat keputusan (SK) dari pemerintah setempat. Padahal mereka dinyatakan lulus sejak 2021 lalu.

"Kecewa kita ini sudah berapa kali kita dijanji-janji terus. Semua kabupaten di Sulbar sudah keluarkan SK, masa Mamasa sampai sekarang tidak ada, Januari lalu harusnya sudah diberikan," ujar SS, salah seorang warga Mamasa yang lulus PPPK Tahap I kepada detikcom, Jumat (12/8/2022).

SS mengatakan 394 tenaga PPPK yang belum menerima SK tersebut merupakan hasil seleksi tahap I dan II pada 2021 lalu. Rinciannya adalah 228 pada tahap I dan 166 pada tahap II.

Menurut SS, dirinya sebelumnya bekerja sebagai guru kontrak. Namun sejak dia lulu sebagai tenaga PPPK, namanya telah dikeluarkan sebagai penerima gaji dengan status guru kontrak tersebut.

"Saya belum terima SK, nama juga sudah dihapus dari status guru kontrak, jadi beberapa bulan ini sudah tidak terima gaji," bebernya.


SS mengatakan Pemkab Mamasa sudah dua kali melakukan audensi dengan para tenaga PPPK yang tak kunjung diberikan SK. Namun audensi itu tak berdampak banyak.

"Sudah 2 kali kalau tidak salah kita audiensi, kita tanya alasan kenapa SK belum keluar, cuman ya kita dijanji lagi. Ini terakhir kita dijanji Agustus SK sudah diberikan," ujarnya.

Bahkan karena SK belum keluar, seorang warga yang juga dinyatakan lulus saat ini menganggur karena statusnya sebagai guru kontrak juga dihapuskan.

"Ada teman juga kasihan sekarang menganggur, waktu terbuka pendaftaran PPPK dia daftar di sekolah berbeda. Setelah dinyatakan lulus, SK belum diberikan sedangkan namanya sudah dihapus dari sekolah lama, ya terpaksa di rumah saja nganggur sekarang," katanya.

Dirinya menuturkan, Jika akhir Agustus SK tidak diberikan, ia dan beberapa warga yang dinyatakan lulus PPPK akan mendatangi Pemkab Mamasa.

"Kita akan temui lagi Pak Sekda dan BKPP. Kenapa hingga lewat Agustus belum juga diberikan itu SK, jangan kita di janji terus," kesalnya.



Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Mamasa Agusthina Toding menyebut pemberian SK akan dilakukan bulan ini. Dia mengaku gaji tenaga PPPK tersebut sudah dianggarkan pihaknya.

"Sudah dianggarkan, jadi bulan ini (Agustus) kita akan berikan," kata Agusthina saat dikonfirmasi, Selasa (16/8).

Agusthina menepis pemberian SK harus dilakukan pada bulan Januari 2022 lalu. Ia mengaku untuk SK tersebut tergantung pada kemampuan Pemkab Mamasa.

"Jadi sudah dianggarkan, bukan juga harus Januari, kalau untuk yang lulus PPPK kemudian statusnya sebagai guru kontrak dicabut, ya memang begitu karena mereka kan sudah dinyatakan lulus PPPK, bukan lagi sebagai guru kontrak," bebernya.

"Bukan cuman Mamasa saja, daerah lain juga masih ada itu yang belum berikan SK," tutup Agusthina.



Simak Video "Melihat Proses Pembuatan Sambu, Tenun Warisan Leluhur di Mamasa"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)